BRI-OJK Ajarkan Masyarakat "Melek" Bank

Operasikan 20 Unit SIMOLEK

Selasa, 25/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bersama Otoritas Jasa Keuangan mengoperasikan 20 unit mobil SIMOLEK.Hal ini bertujuan untuk meningkatkan literasi atau “melek bank” dan pemanfaatan produk - produk jasa keuangan kepada masyarakat yang dinilai masih relatif rendah.

Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali menuturkan, belum semua golongan masyarakat di Tanah Air, khususnya golongan masyarakat berpenghasilan rendah, dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. Hal itu disebabkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan infrastruktur di daerah yang masih belum merata. Akibatnya, penetrasi layanan jasa keuangan ke masyarakat menjadi terhambat.

“Tujuannya untuk meningkatkan tingkat literasi jasa keuangan masyarakat Indonesia khususnya kepada golongan masyarakat berpenghasilan rendah, dan wilayah - wilayah yang belum memiliki infrastruktur yang baik,” ujar Ali di Jakarta, Senin (24/2). Dia mengatakan, pengoperasian SIMOLEK ini akan menjadi tanggung jawab BRI mulai 24-28 Februari 2014.

Menurut dia, ada 20 unit Mobil SIMOLEK yang akan berkeliling di hampir seluruh wilayah Indonesia, yakni di 14 kota, 15 Kantor Wilayah dan akan dioperasikan oleh 54 Kantor Cabang BRI serta didukung oleh 46 Teras BRI Keliling dan 34 E-Buzz BRI. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, penempatan Mobil SIMOLEK ini nantinya akan disesuaikan dengan titik-titik operasional dari Teras BRI Keliling dan E-Buzz, dimana target utamanya yakni di sentra perekonomian mikro, lokasi pendidikan, serta fasilitas publik.

“Lokasinya bisa di pasar - pasar tradisional, sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. Misalnya, ketika Teras BRI Keliling menjalankan kegiatan operasionalnya seperti menerima setoran pembayaran pinjaman, ataupun setoran tabungan dari pedagang pasar, SIMOLEK dapat sekaligus memberikan edukasi keuangan bagi mereka,” papar Ali.

Akses perbankan

Selain itu, lanjut dia, sejak lama perseroan berupaya membuka akses kepada perbankan secara luas kepada masyarakat. Terbukti melalui berbagai upayanya dengan terus menerus melakukan ekspansi jaringan ke seluruh wilayah Indonesia, baik berupa unit kerja konvensional maupun e-channel, di mana posisi per Desember 2013 lalu tercatat berjumlah 9.808 unit kerja dan 104.570 e-channel.

“Malah ada yang secara khusus masuk ke sentra ekonomi masyarakat kecil seperti pasar-pasar tradisional, yakni Kantor Teras BRI, yang saat ini juga didukung dengan keberadaan Teras BRI Keliling (mobile) dimana keduanya saat ini sudah berjumlah 2677 unit,” jelas Ali.

Dia menambahkan, dengan rencana BRI meluncurkan Teras BRI Kapal tahun ini, maka komitmen BRI untuk dapat menyediakan layanan perbankan untuk seluruh masyarakat Indonesia, tidak perlu diragukan lagi. “Nantinya akan beroperasi di 4 titik, yakni Kepulauan Seribu, Kepulauan Halmahera, Kepulauan Bau-Bau, dan Tanjung Selor di Kalimantan,” tandasnya.

Peringkat 6 ASEAN

Ali juga mengatakan bahwa kapitalisasi saham BRI pada penutupan Jumat (21/2) pekan lalu mencapai US$20,4 miliar atau Rp238 triliun. Pencapaian tersebut menjadikan BRI sebagai bank dengan kapitalisasi terbesar kedua di Indonesia setelah sebelumnya di posisi ke-3.

Dengan posisi tersebut, sambung Ali, tinggal selangkah lagi BRI menempatkan diri sebagai bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Sementara itu, dengan kapitalisasi saham tersebut BRI sukses masuk di urutan ke-6 bank-bank di kawasan ASEAN.

Di atas BRI masih bertengger DBS asal Singapura senilai US$32,2 miliar, Maybank asal Malaysia sebesar US$26,2 miliar, OCBC asal Singapura senilai US$26,1 miliar,UOB asal Singapura senilai US$26 miliar, dan BCA senilai US$22 miliar. “Kami melampaui bank papan atas Malaysia seperti Public Bank Malaysia (US$20,3 miliar) dan CIMB (US$ 17,6 miliar). Selain itu, Bank Mandiri (US$ 18,8 miliar) serta SCB asal Thailand (US$15,4 miliar),” pungkas Ali. [retno]