Indofood Targetkan Penjualan Rp5 Triliun - Garap Bisnis Minuman

NERACA

Jakarta- Industri minuman non-alkohol dinilai memiliki pertumbuhan tercepat di Indonesia. Sebagai emiten yang bergerak di industri ini, Grup Indofood dengan Asahi Group Holdings, Ltd pun menargetkan penjualan sebesar Rp5 triliun pada tiga tahun mendatang. “Target penjualan sebesar Rp5 triliun di tahun 2017 untuk kegiatan usaha minuman non-alkohol di Indonesia.” kata Sekretaris Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Elly Putranti di Jakarta, Senin (24/2).

Target penjualan tersebut antara lain didukung dengan keberadaan anak usaha perseroan, PT Asahi Indofood Beverage Makmur (“AIBM”) tengah membangun sebuah pabrik baru dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2014. “Sehingga jumlah pabrik akan menjadi 17 termasuk dengan dua pabrik PepsiCo dan 14 pabrik air minum dalam kemasan (AMDK).” ujarnya.

Optimisme target penjualan perseroan atas produk minuman non-alkohol ini didukung market research yang dilakukan perusahaan konsumer, Canadean. Perusahaan ini memperkirakan pasar produk minuman non alkohol mencapai lebih dari US$8 miliar dan mengalami pertumbuhan double digit dalam beberapa tahun terakhir. “Produk minuman non alkohol di Indonesia sendiri merupakan salah satu kategori dengan pertumbuhan tercepat.” jelasnya.

Seperti diketahui, PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte. Ltd pada Agustus 2012 mendirikan dua entitas patungan, PT Asahi Indofood Beverage Makmur, entitas patungan yang menangani produksi minuman non alkohol dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage, entitas patungan yang menangani pemasaran dan distribusi minuman non alkohol (JV Subsidiaries).

Untuk mempercepat peluncuran dan pertumbuhan kegiatan usaha minuman non alkohol pada September 2013, JV Subsidiaries telah menyelesaikan transaksi pembelian seluruh saham PT Pepsi Cola Indobeverages (“PCIB”) atau yang saat ini dikenal dengan nama PT Prima Cahaya Indobeverages (PepsiCo). Nilai investasi untuk penyelesaian akusisi PT Pepsi-Cola Indobeverages ini senilai US$ 30 juta.

PT Asahi Indofood Beverage Makmur dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage masing-masing mengakuisisi PCIB sebanyak 264,13 juta saham dan 15.000 lembar saham yang dibiayai dari kas internal. Selain menyelesaikan transaksi akuisisi ini, perseroan melalui dua anak usahanya, PT Tirta Makmur Perkasa (“TMP”) bersama dengan PT Tirta Sukses perkasa (“TSP”) sebelumnya telah menyelesaikan transaksi pembelian aset yang terkait dengan kegiatan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. “Pada 27 Januari, TMP dan TSP telah menyelesaikan transaksi tersebut dengan nilai transaksi sekitar Rp2,2 triliun.” ucapnya.

Untuk penyelesaian transaksi ini, menurut Elly, akan dibiayai dari dana internal dan pinjaman bank. Transaksi ini sendiri dilakukan sehubungan dengan penandatanganan conditional sale and purchase of assets management kedua anak usaha perseroan tersebut dengan 22 perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Grup Tirta Bahagia pada 15 November 2013.

Diketahui, PT Tirta Makmur Perkasa (“TMP”) adalah perusahaan patungan antara PT Indofood Asahi Sukses Beverage (“IASB”) dengan PT Multi Bahagia. Adapun PT Tirta Sukses perkasa (“TSP”) adalah perusahaan patungan antara PT Asahi Indofood Beverage Makmur (“AIBM”) dengan PT Multi Bahagia. IASB dan AIBM, keduanya merupakan perusahaan patungan antara perseroan dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte. Ltd. (lia)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…