PTPP Bangun Proyek Senilai US$ 200 Juta

Perusahaan konstruksi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) bersama dengan Samsung C&T Corporation (Samsung) akan membangun proyek Kutai Coal Terminal senilai US$ 200 juta atau setara Rp2,4 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Teknik &Pemasaran PTPP, I Wayan Kariok mengatakan, Samsung dalam proyek tersebut menjadi kontraktor dan perseroan menjadi subkontraktor. Adapun lingkup pekerjaan proyek, yakni room stock pile, overland conveyor (OLC) for transporting coal from ROM, port loading facilities to ship, unloading facilities for continuous barge unloader (CBU) dan pembangkit listrik berkapasitas 2x10 megawatt (MW). Terminal coal ini akan menghasilkan batu bara sebanyak 20 juta ton per tahun,”Proyek tersebut berlokasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dengan masa pelaksanaan proyek selama 33 bulan," kata dia.

Perseroan sebelumnya menggarap proyek sejenis, yakni pembangunan Line Conveyor di Cilegon, Banten senilai Rp126 miliar dengan pelaksanaan proyek selama tujuh bulan. Selain itu, proyek Jetty Barge Loader & Conveyor Jembayan senilai Rp167 miliar di Kalimantan Timur.

Hingga akhir Januari 2014, PTPP mengantongi kontrak baru sebesar Rp930 miliar, diantaranya dari Wang Residence Citicon di Jakarta senilai Rp400 miliar, Sawangan Mall di Depok senilai Rp290 miliar, Christian Center Nunukan di Kalimantan Utara dan RSUD Balikpapan di Kalimantan Timur. Perseroan pada tahun ini menargetkan kontrak baru sebesar Rp24 triliun atau naik 22,57% dari realisasi 2013 senilai Rp19,58 triliun. Namun, angka itu belum termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun sebelumnya senilai Rp21,93 triliun.(bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…

DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara - Pasok Permintaan PLN

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…