Laba HERO Supermarket Capai Rp 330 Miliar

Selasa, 25/02/2014

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan kenaikan laba tahun berjalan sebesar Rp330 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp303 miliar. Disebutkan, kenaikan laba tersebut didukung naiknya pendapatan bersih sebesar 13% menjadi Rp11,9 triliun dibanding 2012 senilai Rp10,51 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Presiden Direktur HERO Philippe Broianigo mengatakan, laba kotor naik 17% menjadi Rp2,85 triliun, dengan underlying laba usaha Rp420 miliar atau turun 5%,”Penurunan itu disebabkan tekanan biaya inflasi dan kompetisi yang signifikan termasuk kenaikan biaya upah sebagai akibat kenaikan upah minimum," kata dia.

Kendati demikian, menurut dia, perdagangan di Grup HERO pada tahun lalu dengan semua format usaha mencapai pertumbuhan pendapatan bersih. Adapun 77 gerai baru dibuka pada tahun lalu, sehingga totalnya mencapai 682 gerai. Sebanyak 77 gerai baru tersebut, terdiri atas lima Giant Ekstra, 16 Hero Supermarket dan Giant Ekspres, 50 Guardian dan enam Starmart."Mengikuti penjualan tahun 2013 yang membaik pada setiap format, kami tetap optimis tentang momentum pertumbuhan yang akan berlanjut pada 2014, walaupun terdapat tekanan inflasi dan efek dari pelemahan nilai tukar tupiah dalam beberapa bulan terakhir," ujarnya.

Sementara itu, gerai IKEA pertama di Indonesia yang berlokasi di Tangerang diperkirakan akan dibuka pada kuartal IV tahun ini. Sebagai informasi, tahun lalu perseroan berhasil menyerap dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV/2013 sekitar 76,7% dari hasil bersih senilai Rp2,96 triliun.

Dijelaskan bahwa dana hasil PUT yang telah digunakan perseroan hingga Desember 2013 mencapai Rp2,27 triliun. Dana tersebut digunakan perseroan untuk ekspansi gerai sebesar Rp629,69 miliar, membayar sebagian pinjaman bank mencapai Rp888,39 miliar dengan rincian Rp488,39 miliar ke The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd serta ke Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ dan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia masing-masing Rp200 miliar.

Selain itu, juga digunakan untuk membayar pinjaman DFI Treasury Limited senilai Rp590,28 miliar dan pembukaan gerai IKEA Rp77,73 miliar serta modal kerja Rp88,84 miliar. Berdasarkan prospektus, dana hasil PUT tersebut dialokasikan sekitar 37% atau Rp1,1 triliun untuk ekspansi gerai, 30% atau Rp888,39 miliar untuk membayar sebagian pinjaman perbankan.

Sedangkan 20% dialokasikan untuk membayar pinjaman DFI Treasury Limited atau setara Rp592,26 miliar dan 10% atau Rp296,13 miliar untuk pembukaan gerai IKEA dan porsi modal kerja sekitar 3% atau Rp88,84 miliar. Dengan demikian, alokasi dana yang tersisa mencapai Rp686,37 miliar, yang berasal dari ekspansi gerai, pembukaan gerai IKEA dan sedikit dari alokasi pembayaran pinjaman DFI Treasury Limited.(bani)