Indonesia Masih Menjadi Tujuan Utama Para Investor Asing

Sabtu, 01/03/2014

Pertumbuhan ekonomi yang stabil, tak ayal Indonesia dijadikan tempat untuk menanamkan modal para investor asing. Tahun 2014 ini diprediksi akan banyaknya investor asing yang masuk ke tanah air.

NERACA

Tingginya minat investor asing menanamkan modal di Indonesia tidak lepas dari potensi menjanjikan yang besar serta pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang dapat melebihi 5%.

"Di samping itu, Indonesia memiliki peluang investasi yang lebih baik ketimbang negara lain," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar.

Para investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia di antaranya Jepang dan China untuk kawasan Asia. Sedangkan, dari kawasan ASEAN yakni Singapura. Dulunya, investor biasa menanamkan modal di bidang sumber daya alam dan pertambangan. Namun sekarang ini para investor pasar industri bersifat consumer good seperti farmasi.

"Banyaknya investor asing yang masuk ke Indonesia akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita," jelas Mahendra. Ia mengatakan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat investasi asing masuk dengan pesat.

"Perlu langkah-langkah perbaikan dalam meningkatkan minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia," katanya. Menurut dia, saat ini pertumbuhan investasi di Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 20% per tahun.

Berdasarkan data, realisasi investasi pada triwulan III 2013 mencapai

Rp100,5 triliun. Perinciannya, realisisasi investasi PMDN sebesar Rp33,5 triliun dan realisasi investasi PMA senilai Rp 67 triliun. Realisasi investasi pada triwulan III 2013 lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I dan triwulan II 2013 yang masing-masing tercatat Rp93 triliun (PMDN Rp27,5 triliun, PMA Rp5,5 triliun) dan Rp 99,8 triliun (PMDN Rp33,1 triliun, PMA Rp66,7 triliun).

"Realisasi ini juga meningkat 22,9% jika dibandingkan dengan triwulan III 2012 sebesar Rp81,8 triliun. Jika dirunut secara triwulanan sejak 2010, realisasi investasi terus mengalami peningkatan dari rentang Rp40 triliun - Rp50 triliun (2010), Rp50 triliun-Rp70 triliun (2011), dan Rp70 triliun-Rp80 triliun (2012)," jelas Hendra.

Sektor Industri

Mahendra mengatakan, pertumbuhan investasi asing di sektor industri terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, hal tersebut menandakan bahwa Indonesia masih menjadi primadona bagi investor asing.

Menurut dia, pada tahun 2010, realisasi investasi asing di sektor industri mencapai US$ 3,3 miliar lalu meningkat tajam pada 2013 menjadi US$ 15,8 miliar dengan kenaikan hingga 20% dalam 4 tahun terakhir.

Mahendra menambahkan, realisasi investasi di sektor industri yang mencapai US$ 15,8 miliar memberikan kontribusi sebesar 50% dari total investasi asing di Indonesia pada tahun 2013. "Pertumbuhan sektor industri terus tumbuh, prestasi inilah yang harus tetap dipertahankan," ujarnya.

Dia mengatakan pada tahun ini, pertumbuhan iklim investasi asing di sektor industri jauh lebih baik daripada tahun 2013, ia memperkirakan realisasi investasi asing di sektor industri tahun 2014 mencapai 60%. "Rata-rata memang investasi asing di sektor industri terus meningkat, tahun ini saya perkirakan akan terulang lagi," ujar dia.

Mahendra mengatakan, dengan tumbuhnya pertumbuhan investasi asing di sektor industri secara tidak langsung menimbulkan dampak positif yaitu penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.