Sepi Profit Taking, IHSG Kembali Bertahan

NERACA

Jakarta - Kali ini, sikap pelaku pasar untuk bertahan membuat IHSG masih bisa bertahan menghijau sepanjang sepekan kemarin. Besarnya minat pelaku pasar untuk tetap bertahan dengan memfaktorkan rilis kinerja emiten-emiten yang sesuai estimasi memberikan sentimen positif bagi laju IHSG yang mampu bertahan menghijau hingga akhir pekan kemarin.

Meskipun data-data makroekonomi global mayoritas mengalami pelemahan namun, masih banyaknya berita-berita positif dari emiten dan diiringi dengan laju Rupiah yang cenderung terapresiasi memberikan sentimen positif bagi IHSG. Sepanjang pekan kemarin, asing masih tercatat nett buy sebesar Rp3,63 triliun lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp 1,98 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD) maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp8,21 triliun melanjutkan nett buy sebelumnya senilai Rp4,58 triliun.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, laju IHSG ternyata masih mampu mengalami kenaikan di awal pekan ini meskipun sempat membuat kami khawatir dengan posisinya yang hampir menyentuh batas overbought dan kembali meninggalkan utang gap di level 4512-4524 dimana utang gap sebelumnya juga telah terbentuk di level 4475-4480,”Apalagi penguatan pada akhir pekan sebelumnya terlihat terbatas dan seperti mengindikasikan adanya peluang pelemahan. Sejak pekan sebelumnya, kami selalu memberikan peringatan untuk selalu waspada akan potensi pelemahan", paparnya di Jakarta, kemarin.

Akan tetapi, rilis surplusnya neraca pembayaran dan berkurangnya defisit transaksi berjalan kuartal 4-2013 BI yang disertai kenaikan Rupiah karena kebijakan BI membuat IHSG melesat dan bertahan di area overboughtnya. Sementara itu, kenaikan saham-saham pada sektor keuangan, aneka industri, dan infrastruktur serta beberapa saham komoditas masih menopang kenaikan IHSG. Laju IHSG juga terus mencoba untuk tetap bertahan di zona hijau meski secara teknikal telah mengindikasikan kian dekatnya pada area overbought."Bahkan IHSG juga mampu bergerak kontrarian saat laju bursa saham AS dan Eropa melemah karena rilis penurunan data-data makroekonominya", jelasnya.

Dia menambahkan, pola kenaikan terbatas pernah terjadi di minggu keempat Januari dan kemudian mengalami pelemahan namun, IHSG di pekan kemarin memilih untuk bertahan. Laju Rupiah yang berbalik tipis juga tidak menghalau kenaikan IHSG. Di akhir pekan pun IHSG masih kokoh di zona hijau meski meninggalkan kembali utang gap 4598-4613. Selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 138,11 poin (3,06%) atau lebih tinggi dari sebelumnya 41,38 poin (0,93%). Semua indeks utama menghijau yang dipimpin indeks IDX30 (3,98%) dan diikuti indeks LQ45 (3,60%) dan JII (2,96%). Sementara indeks sektoral mayoritas tercatat positif dimana indeks infrastruktur naik 4,15% diikuti indeks keuangan dan aneka industri yang masih-masing naik 3,90% dan 3,70% serta tidak ada indeks sektoral yang melemah.

Diperkirakan pekan depan, IHSG akan berada pada rentang Support 4478-4567 dan Resisten 4678-4689. IHSG membentuk pola menyerupai white marubozu mendekati upper bollinger bands. MACD masih uptrend dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih uptrend namun, mulai terbatas. Laju IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten (4521-4530) sehingga memberikan kesan masih adanya potensi kenaikan."Tetapi, mengingat posisinya yang sudah berada di area overbought dan mulai terkoreksinya laju bursa saham global maka dapat mengganggu potensi tersebut sehingga tetap selalu mewaspadai adanya potensi downreversal (bila ada). Laju IHSG pun bisa saja berbalik melemah bila sentimen-sentimen yang ada tidak terlalu mendukung", tandasnya.

Adapun beberapa saham yang dapat diperhatikan selama sepekan adalah LPPF, BHIT, ADRO, ACST, TLKM, LPCK, ELSA, AUTO, MNCN, INCO, PTPP, AKRA, CTRP, UNVR, LSIP. Sementara itu, pada perdagangan Senin (24/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4608-4627 dan resistance 4656-4668. Berpola menyerupai three white soldier sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD melanjutkan kenaikan dengan histogram positif yang naik tipis. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba bertahan dari downreversal. IHSG sempat di bawah tipis kisaran resisten (4615-4625) namun, mampu melampauinya sehingga memberikan peluang kenaikan lanjutan. (nurul)

BERITA TERKAIT

Mengingat Kembali Asal Mula Pancasila

  Oleh: Ardian Wiwaha, Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Indonesia Secara etimologis, istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta India yang mengandung…

Produksi Tambang Delta Dunia Tumbuh 20% - Bisnis Kembali Menggeliat

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memproduksi batubara sebesar 33,8 juta ton periode Januari-Oktober 2017.…

Aksi Jual Bikin IHSG Terkoreksi 21,42 Poin

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Selasa ditutup melemah 21,42 poin seiring dengan maraknya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi 49,9% Saham SMRU - TRAM Kantungi Pinjaman Rp 3,13 Triliun

NERACA Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan UOB Kay Hian Credit Pte Ltd…

Lagi, Dua Produk Sharp Unggul di ICSA

NERACA Jakarta - Hadir untuk masyarakat Indonesia selama 48 tahun membuat PT Sharp Electronics Indonesia kian mengerti terhadap karakteristik dan…

SMSM Raih Dividen Interim Rp 20,04 Miliar

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menerima pendapatan dividen dari anak usaha, PT Prapat Tunggal Cipta. Ini merupakan pembagian dividen kedua…