Membangun Jaringan UMKM untuk Berkembang Bersama - Solo, Jawa Tengah

NERACA

Solo - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kembali dengan menggelar pelatihan dan pembinaan bagi ratusan nasabah ULaMM di wilayah Solo.Kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM Cabang Solo tersebut mengangkat tema “Membangun Jaringan UMKM untuk Tumbuh dan berkembang Bersama”, Melalui tema tersebut diharapkan nasabah ULaMM memperoleh inspirasi dan motivasi untuk melakukan pengembangan dari usaha yang dilakukannya.

Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi menuturkan ketangguhan pelaku UMKM kembali membuktikan terbukti dalam menghadapi gejolak ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2013. Sektor UMKM tetap memberikan kontribusi positif di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global.

“Realisasi dari tujuan pendirian dan fungsi sebagai agent of development, PNM melalui Program PKU semakin aktif membangun jaringan UMKM melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan usaha seperti yang berlangsung saat ini di Solo,” kata dia di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (15/2) pekan lalu.

Tercatat sepanjang tahun 2013, PNM melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM sebanyak 208 kali di seluruh wilayah operasional PNM di seluruh Indonesia. Sedikitnya 9.662 pelaku usaha yang memanfaatkan Program PKU atau meningkat 258% dalam setahun terakhir.

“Sesuai dengan mission statement pendiriannya sebagai BUMN, PNM akan selalu mengkombinasikan antara pembiayaan dan jasa manajemen untuk pengembangan UMKM dan Koperasi yang juga merupakan keunikan PNM dibanding lembaga keuangan lainnya,” tutur Arief.

Penyaluran kredit ULaMM di wilayah Solo dan sekitarnya, sepanjang tahun 2013 mencapai Rp130.15 miliar atau tumbuh 75,47% dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp98,2 miliar.

Seluruh pembiayaan ULaMM tersebut dimanfaatkan oleh 2.786 pelaku UMKM, mengalami peningkatan dibandingkan dengan jumlah nasabah ULaMM pada tahun 2012 yang sebanyak 2.564 nasabah.

Pemimpin PNM Cabang Solo, Haryono menjelaskan sektor UMKM di wilayah Solo mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal. Dampak dari aktivitas UMKM juga berkontribusi positif terhadap pembiayaan ULaMM, yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai informasi, bahwa PNM Cabang Solo membagi kendali operasional di 24 outlet ULaMM se Solo raya ke dalam empat (4) klaster, yakni Klaster Sukoharjo, Klaster Klaten, Klaster Solo, dan Klaster Sragen. [mohar]

BERITA TERKAIT

OJK Ungkap Target Inklusi Keuangan 2019 Tercapai

  NERACA   Surabaya - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada…

Bank NTT Siap Jadi Bank Devisa pada 2021

  NERACA Kupang - Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menargetkan pada 2021 Bank NTT milik pemerintah Nusa Tenggara…

Cadangan Devisa Naik US$2,4 Miliar

      NERACA   Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 tercatat 126,7 miliar dolar AS,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BRI Aceh Targetkan Konversi ke Syariah Rampung 2020

    NERACA   Aceh - Pimpinan Wilayah BRI Aceh Handaru Sakti menyatakan proses konversi dari konvensional ke BRI syariah…

Bank Sinarmas Siap Kasih Modal Petani Jagung

    NERACA   Bogor - Bank Sinarmas terus mendukung pertanian tanaman pangan Indonesia khususnya dalam pembiayaan dan permodalan terhadap…

Allianz dan Gojek Perluas Manfaat Asuransi GoRide

    NERACA   Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Indonesia mengumumkan perluasan kerja sama strategis dengan Gojek dan PasarPolis…