Awal Pekan Ini, IHSG Rawan Profit Taking

Senin, 24/02/2014

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tajam melesat 47,932 poin (1,04%) ke level 4.646,153. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 8,483 poin (1,09%) ke level 784,896. Berkat ramainya aksi beli pelaku pasar, indeks BEI melesat tajam.

Sentimen lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.735 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.815 per dolar AS, “IHSG BEI kembali bertahan di area positif meski banyak penilaian bahwa saham-saham domestik sudah jenuh beli atau overbought," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut dia, masih menguatnya saham-saham di sektor keuangan dan infrastruktur serta investor asing yang kembali melakukan aksi beli mampu membuat IHSG melanjutkan penguatan. Dalam data perdagangan saham di BEI kemarin, tercatat investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp588 miliar.

Dia mengharapkan bahwa meski ada peluang kenaikan lanjutan namun tidak langsung dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengambil posisi jual. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, IHSG berhasil menembus level 4.600 poin, kondisi itu perlu diwaspadai adanya potensi ambil untung pelaku pasar di dalam negeri.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan saham Senin awal pekan, diantaranya, Indofood Sukses Makmur (INDF), Kalbe Farma (KLBF), Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), Holcim Indonesia (SMCB).

Pada perdagangan kemarin, aksi beli didominasi investor asing. Transaksi investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 607,29 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 211.386 kali pada volume 5,014 miliar lembar saham senilai Rp 6,494 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 100 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Penguatan bursa AS memberi sentimen positif pada pergerakan bursa-bursa di Asia. Memang tidak semuanya berhasil menguat, masih ada satu yang melemah yaitu bursa Shanghai. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 47.900, Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 800 ke Rp 1.500, Pool Advista (POOL) naik Rp 600 ke Rp 3.300, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 550 ke Rp 7.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 475 ke Rp 4.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 325 ke Rp 26.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 23.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 68.700.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI juga ditutup menguat 33,03 poin atau 0,72% ke 4.631,25. Sejalan dengan IHSG, indeks di Asia turut menguat dengan indeks Nikkei menguat 2,41% ke 14.806,06, indeks Hang Seng menguat 0,41% ke 22.486,15, dan indeks Straits Times naik 0,6% ke 3.104.

Sebanyak 192 saham menguat, 64 saham melemah dan 96 saham bergerak stagnan. Menutup perdagangan sesi pertama, telah terjadi transaksi sebesar Rp3,41 triliun dari 2,69 miliar lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 menguat 5,14 poin atau 0,7% ke 781,55, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 3,06 poin atau 0,5% ke 625,22, sedangkan indeks IDX30 naik 2,57 poin atau 0,6% ke 401,25.

Sektor-sektor penopang IHSG kompak menguat, dengan sektor properti melambung 1,4%. Sementara sektor infrastruktur naik 1 persen, disusul sektor perkebunan yang menguat 1%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp525 ke Rp47.125, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp350 ke Rp30.500, dan saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik Rp50 ke Rp6.950.

Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp225 ke Rp26.750, saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp200 ke Rp68.700, dan saham PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) turun Rp50 ke Rp6.550.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 16,67 poin atau 0,36% menjadi 4.614,89. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,32 poin (0,56%) ke level 780,73,”Membaiknya data ekonomi AS diantaranya indeks manufaktur, inflasi yang naik dan penurunan klaim pengangguran AS membuat bursa Asia, termasuk indeks BEI kembali melanjutkan penguatan diawal perdagangan," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Positifnya sentimen eksternal, lanjut dia, beberapa saham domestik diperkirakan bergerak menguat pada akhir pekan ini di antaranya sektor konstruksi, properti dan otomotif,”Sektor itu 'underperformed' dalam dua hari terakhir, sehingga ada potensi menguat," tuturnya.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan katalis laporan keuangan emiten tahun buku 2013 dan apresiasi rupiah menjadi sentimen positif pasar saham domestik. Namun, kata dia, dalam perspektif teknikal IHSG telah berada dalam area jenuh beli (overbought) dan rawan terjadi aksi ambil untung, sehingga potensi penguatan IHSG relatif terbatas.

Kemudian bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng ditbuka menguat 134,81 poin (0,60%) ke level 22.528,89, indeks Nikkei naik 284,91 poin (1,97%) ke level 14.734,19 dan Straits Times menguat 17,93 poin (0,58%) ke posisi 3.104,46. (bani)