115 Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Kabupaten Sukabumi

Senin, 24/02/2014

Sukabumi - Sekitar 115 hektar sawah milik petani di wilayah Kampung Curug Ciangsana, Desa Cikarang, Kecamatan Jampangkulon dan Kampung Baeud Desa/Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam kekeringan dan gagal panen akibat saluran irigasi di dua wilayah itu, tertimbun tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Andi Kusnadi ketika dihubungi Neraca Sabtu (22/2) melalui pesawat selulernya mengatakan, saluran irigasi sepanjang 300 meter di Kampung Curug Ciangsana yang tertimbun longsoran tanah mengairi sekitar 50 hektar sawah. Sedangkan di Kampung Baeud, irigasi sepanjang 200 meter itu mengairi sekitar 65 hektar sawah.

“Saluran irigasi yang di Kampung Ciangsana akibat air hujan yang mengikis bukit. Sedangkan di wilayah Kecamatan Warungkiara karena pergeseran tanah. Dua lokasi itu sudah ditangani secara permanen agar sawah tidak mengalami kekeringan,” terang Andi Kusnadi.

Dengan adanya kejadian ini, ungkap Andi, pihaknya sangat berharap masyarakat untuk menjaga lingkungannya. “Longsor terjadi karena minimnya penahan tanah. Sudah saatnya masyarakat menjaga lingkungannya dengan cara menanam pohon dan liannya,” himbau Andi.

Secara terpisah, Sektretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Adjo Sardjono kepada Neraca mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan irigasi sawah tertimbun, dirinya langsung melakukan rapat koordinasi guna menangani longsor. “Alhamdulillah, dengan gotong royong semua bisa ditangani,” ungkap Sekda.

Ia mengatakan, dengan adanya perbaikan ini, maka kekhawatiran terhadap gagal panen sangat kecil kemungkinan terjadi. “Memang sebelumnya para petani kuatir terjadi produksi gabah di area persawahan gagal panen. Namun kekuatiran itu sudah terjawab dengan adanya perbaikan, dan saya sangat mengharapkan agar gotong royong terus dibudayakan,” ujar Sekda.