BPSK Kabupaten Sukabumi Akan Seleksi Pengaduan

Sukabumi - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan menyeleksi pengaduan dari konsumen. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya pengadu (konsumen) menyelesaikan sengketa di luar persidangan dengan teradu (pelaku usaha) tanpa sepengatahuan BPSK.

“Kita akan seleksi. Artian seleksi disini, kita akan mempelajari karakter pengadu dan membuat komitmen antara BPSK dengan pengadu untuk penyelesaian perkara. Kalau nantinya kasus konsumen bisa diselesaikan diluar persidangan, maka pengaduannya tidak ditangani oleh majelis,” ujar Kepala Sekretariat BPSK, R Irawan kepada Neraca usai meninjau gedung baru BPSK di Jl. Pabuaran, Kota Sukabumi, Sabtu (22/2).

Ia mengungkapkan, memasuki tahun 2014 ini, sekitar 11 kasus telah masuk ke BPSK. Tujuh kasus diantaranya sudah diputuskan, satu diselesaikan di luar persidangan, dan tiga kasus lagi sedang berjalan. “Khusus yang diselesaikan di luar persidangan antara konsumen dengan PLN, kami telah meminta pengadu untuk mencabut pengaduan. Sedangkan bagi teradu kami meminta untuk catatan berita acara penyelesaian persoalan,” tegas dia.

Dengan adanya seleksi pengaduan ini, tambah Iwan, penanganan perkara akan semakin fokus, sehingga memiliki manfaat bagi kedua belah pihak. “Kalau perkaranya diselesaikan di luar persidangan, dan terjadi ketidakpatuhan antara salah satu pihak, maka kita tidak bertanggungjawab. Nah, dengan demikian, kita selalu anjurkan agar pengaduan diselesaikan di meja majelis,” ujar Iwan.

Menyelesaikan perkara di BPSK, imbuh Iwan, sebenarnya menguntungkan bagi pengadu dan teradu. Sebab penyelesaiannya merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah. “Kalau diluar persidangan kesepakatan yang dibangun kan kita tidak tahu. Kalau salah satu dirugikan dan kemudian mengadukan kembali ke BPSK, maka kasusnya dianggap telah selesai,” ujar dia.

BERITA TERKAIT

Regulator Akan Tindak Tegas Aktivitas Penimbunan Bahan Pokok - Momen Ramadhan dan Lebaran

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengancam para penimbun untuk tidak menimbun bahan kebutuhan pokok jelang Ramadhan dan Lebaran…

KOTA SUKABUMI - Tahun Ini, BPJS Kesehatan Kembali Raih WTM

KOTA SUKABUMI Tahun Ini, BPJS Kesehatan Kembali Raih WTM NERACA Sukabumi - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali raih…

Investasi di Sukabumi Triwulan I-2018 Capai Rp130 Milliar Lebih - Catatan DPMPTSP Kota Sukabumi

Investasi di Sukabumi Triwulan I-2018 Capai Rp130 Milliar Lebih Catatan DPMPTSP Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Sampai dengan triwulan pertama…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

BPJS-TK Sumbagsel Gandeng Kejaksaan Tindak Ratusan Perusahaan Nakal

BPJS-TK Sumbagsel Gandeng Kejaksaan Tindak Ratusan Perusahaan Nakal  NERACA Palembang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Wilayah Sumatera Bagian…

Pasar Murah Bekasi Sasar 10.000 Warga Miskin

Pasar Murah Bekasi Sasar 10.000 Warga Miskin NERACA Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyasar 10.000 rumah tangga miskin…

Penerima Program Keluarga Harapan Meningkat di Palembang

Penerima Program Keluarga Harapan Meningkat di Palembang  NERACA Palembang - Jumlah penerima Program Keluarga Harapan di Palembang meningkat dari sebelumnya…