Permata Prima Minta Kelonggaran Kredit - Strategi Hadapi Tantangan Pasar

NERACA

Jakarta- Di tengah fluktuasi harga batu bara dunia, manajemen PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA) mengaku telah mempersiapkan diri dengan beberapa strategi untuk menghadapi tantangan pasar. Salah satunya, melakukan kesepakatan dengan kreditur untuk memperpanjang jangka waktu pinjaman untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, akhir pekan kemarin, selain memperkuat modal, perseroan juga akan melakukan efisiensi biaya melalui perubahan mine plan (rencana tambang), aplikasi teknologi tambang serta perampingan biaya logistik. Adapun strategi lainnya, yaitu mempertahankan captive market seperti Thailand, Malaysia dan pasar domestik yang memberikan harga terbaik.

Ditargetkan, perseroan dapat mengejar produksi batu bara sebesar 2 juta metrik ton (mt) dengan pertimbangan harga pasar yang belum pulih. Untuk mengejar target ini, perseroan akan semakin aktif pada kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan batubara serta mempersiapkan diri pada saat pulihnya kondisi harga batu bara dunia.

Diketahui, pada kuartal ketiga 2013, perseroan mencatatkan laba perusahaan dari operasi yang dilanjutkan naik menjadi US$668,70 ribu dibanding periode yang sama tahun 2012 yang masih mencatat rugi US$270,76 ribu. Meski demikian, pendapatan neto perseroan hingga kuartal ketiga 2013 turun 15,31% ke US$128,6 juta, dari periode yang sama tahun 2012 sebesar US$151,85 juta.

Adapun volume penjualan batu bara perseroan pada kuartal ketiga tahun 2013 sekitar 650.000 metrick ton (MT), atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan volume penjualan batubaranya di kuartal kedua tahun ini sekitar 580.000 MT.

Seperti diketahui, pada 28 Januari 2014, perseroan telah menandatangani akta gadai saham untuk menjaminkan 235.200 saham milik perseroan dalam PT Permata Energy Resources (PER) kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA). Jumlah itu setara dengan 49% dari seluruh saham yang dimiliki perseroan dalam Permata Energy Resources. Penjaminan saham PER ini dilakukan dalam kerangka transaksi dengan bank dan hanya merupakan sebagian kecil dari harta kekayaan perseroan. (lia)

BERITA TERKAIT

Strategi Kemitraan Upaya Efektif Bangun IKM Otomotif Mandiri

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan strategi kemitraan merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

Pasar IPO Tahun Depan Penuh Tantangan - Dihantui Pengetatan Likuiditas

NERACA Jakarta – Mendorong pertumbuhan kapitalisasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengandalkan pertumbuhan jumlah emiten di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…