Pengusaha Indonesia Bantu Palestina Tingkatkan SDM - RI Jadi Tuan Rumah CEAPAD II

NERACA

Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah CEAPAD II (Conference on Cooperation among East Asian nations for Palestine Development) pada 1 Maret 2014. Konferensi Tingkat Menteri tersebut akan digekar di Hotel Borobudur Jakarta, dan akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

Konferensi Tingkat Menteri CEAPAD I telah memutuskan diikutsertakannya pihak swasta di CEAPAD II untuk mengakselerasi tujuan menyejahterakan rakyat Palestina. Wujud dari keputusan ini adalah akan diselenggarakannya CEAPAD II Business Forum & Trade Rxpo sebagai bagian dari acara CEAPAD II.

CEAPAD II Business Forum & Trade Expo akan digelar di Hotel Borobudur pada 1 dan 2 Maret 2014. Forum ini menghadirkan pengusaha Palestina, Indonesia dan beberapa negara CEAPAD lainnya. “Tujuan utama penyelenggaraannya adalah untuk meningkatkan exposure nilai tambah dan keahlian yang dimiliki oleh rakyat Palestina di forum global,” kata Ir. Mohamad Bawazeer, Ketua Kadin Indonesia Komite Tiimur Tengah dan OKI, dalam keterangan resmi yang masuk ke redaksi Neraca, Minggu (23/2).

Pelaksanaannya akan diorganisasikan oleh Kemlu RI bekerjasama dengan Kadin Indonesia, dalam hal ini Komite Timur Tengah & OKI, yang bertindak sebagai co-organizer. Acara ini didukung sepenuhnya oleh IDB (Islamic Development Bank) dan para pengusaha Indonesia.

CEAPAD (Konferensi Kerjasama antara negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina) diprakarsai oleh Pemerintah Jepang dengan tujuan pendampingan dan asistensi negara Asia Timur untuk menyejahterakan rakyat Palestina.

Acara CEAPAD II Business Forum akan mendengarkan paparan mengenai potensi dan kemampuan yang dapat ditawarkan oleh Palestina dan Indonesia. Kedua paparan tersebut akan dilakukan langsung oleh pejabat tingkat menteri dari kedua negara. Setelah itu forum diberi kesempatan melakukan tanya jawab secara langsung.

Pada kesempatan yang sama Indonesia dan Palestina juga akan menandatangani Pejanjian Joint Business Council antara pelaku usaha dari negara masing-masin. CEAPAD II Business Forum akan diakhiri dengan one-on-one business match making.

Trade expo akan berlangsung tanggal 1 dan 2 Maret juga di Hotel Borobudur Jakarta. Sejumlah 30 perusahaan Palestina dan beberapa negara Asia Timur akan mengisi Trade Expo dengan memaerkan produk-produk unggulan masing-masing.

Mohamad Bawazeer sangat optimis bahwa acara ini dapat meningkatkan keasadaran dan minat peserta dan pengunjung akan pentingnya percepatan pembangunan di Palestina. “Selain untuk kesejahteraan rakyat Palestina sendiri, hal ini juga berkat adanya kerjasama yang saling mendukung atar pemangku kepentingan, terutama Kemlu RI, Kadin Indonesia dan IDB,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Perkuat Likuiditas - LPKR Jual Aset Rumah Sakit di Myanmar

NERACA Jakarta - PT Waluya Graha Loka (WGL), anak usaha PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan menjual seluruh kepemilikan dan…

Tingkatkan Kesejahteraan Pemuda Greol - Allianz Bantu Program Budidaya Lele Organik

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Allianz Indonesia, melalui Yayasan Allianz Peduli, dan EDU Foundation…

Peduli Korban Tsunami Selat Sunda - Chandra Asri Bantu Dana Kemanusiaan Rp 2 Miliar

Peduli korban tsunami Selat Sunda, perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pertumbuhan Industri Pelayaran Ditaksir Belum Optimal

NERACA Jakarta – Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) menilai pertumbuhan industri tersebut belum terlalu optimal di 2019, karena masih…

Kemenhan Pesan 17 Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia

  NERACA Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 17 helikopter yang terdiri dari helikopter H225 konfigurasi angkut berat sebanyak delapan…

Sektor Primer - CIPS Nilai Target Swasembada Kedelai 2020 Perlu Dikaji Ulang

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha menilai, target swasembada kedelai pada 2020 yang dicanangkan…