Matahari Bidik Pasar Retail Kalimantan

NERACA

Jakarta- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) terus berekspansi dengan membuka sejumlah 15 gerai baru selama tahun 2014. Rencananya, pada semester pertama tahun ini, Matahari akan membuka dua gerai baru di Jakarta dan Kalimantan.

Corporate Secretary PT Matahari Department Store, Minarti Hadisusilo mengatakan, gerai yang akan dibuka pada semester pertama, yaitu di Jakarta St Moritz Mall, salah satu sentral bisnis yang sedang berkembang di Jakarta Barat. Mal ini merupakan bagian dari pembangunan terintegrasi skala besar yang juga akan memiliki kondominium, hotel, rumah sakit, sekolah internasional dan perkantoran.“Gerai lainnya yang juga akan dibuka di semester pertama berlokasi di Borneo City Mall, Sampit, Kalimantan Tengah.” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Adapun gerai-gerai baru lainnya, menurut dia, akan terus dibuka pada semester kedua 2014, dan berlokasi di lokasi-lokasi strategis di luar Jawa. “Ini adalah bagian rencana strategis perseroan untuk terus mempertahankan dan mengembangkan pangsa pasar retail yang dinilai prospektif,” jelasnya.

Apalagi, sambung dia, menjelang pemilihan umum (Pemilu) kebutuhan fashion akan berkembang sejalan dengan meningkatnya dinamika ekonomi di Indonesia. Selain membuka gerai baru, perseroan juga berencana melakukan perluasan sebesar 7.400 meter persegi untuk gerainya di Mal Artha Gading, Jakarta Timur. “Proyek ini direncanakan selesai di akhir Mei tahun ini.” ujarnya.

Dia menambahkan, selain pengembangan usaha tersebut, pihaknya juga terus melakukan proses berkesinambungan di bidang perpajakan. Proses penelaahan tahun pajak perseroan untuk tahun pajak 2009, 2010 dan 2011 misalnya, saat ini telah selesai dilakukan. “Sesuai dengan surat pemberitahuan yang telah diterima perseroan pada tanggal 18 Februari 2014, untuk pembayaran pajak sebesar Rp28,1 miliar akan dilakukan dalam kuartal pertama 2014.” pungkasnya.

Sekadar informasi, pada tahun 2013 perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih menjadi Rp1,15 triliun. Nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 49,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp771 miliar. Terjadinya pertumbuhan laba bersih ini ditopang meningkatnya pendapatan bersih perseroan yang tercatat mencapai Rp 6,7 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 20,26% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,61 triliun.

Pihaknya mencatat, dari total nilai pendapatan tersebut, penjualan eceran berkontribusi sebesar Rp 4,04 triliun, penjualan konsinyasi tercatat Rp 2,67 triliun, dan pendapatan jasa sebesar Rp 37,06 miliar. Meski demikian, beban pokok pendapatan perseroan ikut mengalami peningkatan sebesar 25,18% menjadi Rp 2,39 triliun. (lia)

Related posts