KSEI Tindaklanjuti Kerja Sama Depdagri - Optimalkan Database Investor

NERACA

Jakarta- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan segera menindaklanjuti pembuatan perjanjian kerja sama dengan Dirjen terkait di Depdagri. Langkah ini sejalan dengan dilakukannya penandatanganan kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pemanfaatan database kependudukan/e-KTP.

Kepala Divisi Komunikasi dan Pengembangan Strategis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Syafruddin mengatakan, dengan dilakukannya kerja sama ini, database investor pasar modal dan SID nantinya dapat dikonsolidasi dan direkonsiliasasi dengan database kependudukan di Depdagri. “Saat ini KSEI sedang drafting perjanjian kerja samanya.” kata Syafruddin di Jakarta, Kamis (10/2).

Ke depannya, sambung dia, diharapkan database investor pasar modal dapat lebih lengkap dan akurat serta penelusuran perubahan data investor dapat lebih mudah dilakukan dan selalu terkinikan dengan mengacu data tersebut. Namun, untuk saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Kepala Eksekutif pasar modal.

“Apakah nanti yang bertanda tangan Kepala Eksekutif pasar modal dan kemudian menunjuk KSEI sebagai pelaksana, atau KSEI yang langsung tanda tangan. Tapi kita harapkan bulan depan sudah bisa peresmian.” jelasnya.

Seperti diketahui, pentingnya akurasi data mengenai identitas investor menjadi komponen penting untuk mendukung perkembangan pasar modal Indonesia ke depan. Selain mengembangkan SID, KSEI juga berupaya mengembangkan proyek infrastruktur lainnya yang diharapkan dapat memenuhi harapan para pemakai jasa KSEI.

Salah satu proyek teranyar yang diselesaikan KSEI akhir tahun lalu yaitu mempercepat proses pembukaan Sub Rekening Efek agar investor baru dapat lebih cepat melakukan transaksi melalui penerapan modul Statik Data Investor(SDI). Dengan modul ini, pemegang rekening KSEI, yaitu Perusahaan Efek dan Bank Kustodian dimungkinkan untuk secara langsung melakukan administrasi Sub Rekening Efek mulai dari pembukaan rekening hingga penutupan rekening.

Khusus untuk nasabah individu domestik, dengan adanya modul ini maka proses pembukaan Sub Rekening Efek bagi investor baru menjadi semakin cepat. "Dahulu investor baru harus menunggu sekitar 2 hari untuk proses pembukaan Sub Rekening Efek. Dengan modul ini, untuk investor individu domestik, asalkan datanya lengkap diisi sesuai ketentuan yang berlaku maka begitu instruksi disampaikan ke sistem C-BESTsecara langsung sistem akan membuatkan Sub RekeningEfekdan nomor SID bagi nasabah terkait,” kata Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi.

Melalui implementasi modul SDI ini, pihaknya juga berharap pengelolaan data investor yang semakin baik tersebut serta telah diimplementasikannya SID di pasar modal Indonesia, dapat mendukung datawarehousepasar modal Indonesia. (lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif Global Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan Kamis (7/11), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup melemah seiring…

Relokasi Kantor Wilayah - BTN Bidik DPK Kanwil 3 Tembus Rp 22 Triliun

NERACA Surabaya - Menjelang penghujung tahun 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbenah dalam meningkatkan kinerjanya dengan pengembangan proses…

Penetrasi Pasar di Jawa Tengah - MAP Boga Adiperkasa Buka Gerai di Semarang

NERACA Jakarta – Masih terjaganya pertumbuhan bisnis PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) di kuartal tiga tahun ini dengan membukukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembelian Tanah - Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MPRO

NERACA Jakarta-Mempertimbangkan karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi atas…

Sikapi Investasi Ilegal - BOSS Tidak Ada Hubungan dengan Hanson

NERACA Jakarta –Menyikapi kasus investasi ilegal yang dilakukan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan menyeret PT Borneo Olah Sarana Sukses…