Biayai Kakao, LPEI Kucurkan Rp500 Miliar

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) telah mengucurkan dana Rp500 miliar untuk pembiayaan kakao untuk menunjang pertumbuhan ekspor nasional khususnya dari hasil pengolahan biji kakao.

"Total pembiayaan Rp500 miliar diharapkan bisa meningkat seiring bisnis kakao yang diharpkan bisa berkembang," kata Direktur Pelaksana II Exim Bank Isnan Sutopo saat acara Seminar Nasional Kakao Potensi dan Tantangan sebagai Komoditas Unggulan Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (20/2).

Luas areal perkebunan kakao di Indonesia meningkat rata-rata sekitar 7,9% per tahun dan peningkatan produksinya rata-rata mencapai 7,2% per tahun. Namun, tingkat produktivitasnya menurun dengan rata-rata sekitar 0,4% per tahun.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank I Made Gde Erata mengatakan Indonesia Eximbank siap mendukung untuk pembiayaan, asuransi, penjaminan, dan konsultasi.

"Produk-produk yang cukup besar di Indonesia kita pelajari satu-satu, kemarin kopi sekarang kakao," ujarnya. Indonesia merupakan produsen biji kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Kakao Indonesia memiliki karakteristik spesial yang tidak dimiliki oleh negara lainnya (melting point of cocoa dengan frequency butter tinggi dan bebas fatty acids).

Akan tetapi, konsumsi kakao Indonesia masih rendah yakni 0,2 kg per kapita per tahun sedangkan Amerika Serikat 8 kg/kapita/tahun. [ardi]