Biayai Kakao, LPEI Kucurkan Rp500 Miliar

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) telah mengucurkan dana Rp500 miliar untuk pembiayaan kakao untuk menunjang pertumbuhan ekspor nasional khususnya dari hasil pengolahan biji kakao.

"Total pembiayaan Rp500 miliar diharapkan bisa meningkat seiring bisnis kakao yang diharpkan bisa berkembang," kata Direktur Pelaksana II Exim Bank Isnan Sutopo saat acara Seminar Nasional Kakao Potensi dan Tantangan sebagai Komoditas Unggulan Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (20/2).

Luas areal perkebunan kakao di Indonesia meningkat rata-rata sekitar 7,9% per tahun dan peningkatan produksinya rata-rata mencapai 7,2% per tahun. Namun, tingkat produktivitasnya menurun dengan rata-rata sekitar 0,4% per tahun.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank I Made Gde Erata mengatakan Indonesia Eximbank siap mendukung untuk pembiayaan, asuransi, penjaminan, dan konsultasi.

"Produk-produk yang cukup besar di Indonesia kita pelajari satu-satu, kemarin kopi sekarang kakao," ujarnya. Indonesia merupakan produsen biji kakao terbesar ketiga dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Kakao Indonesia memiliki karakteristik spesial yang tidak dimiliki oleh negara lainnya (melting point of cocoa dengan frequency butter tinggi dan bebas fatty acids).

Akan tetapi, konsumsi kakao Indonesia masih rendah yakni 0,2 kg per kapita per tahun sedangkan Amerika Serikat 8 kg/kapita/tahun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…