Akhir Pekan, IHSG Lanjutkan Penguatan

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Kamis kemarin, ditutup menguat tipis 5,570 poin (0,12%) ke level 4.598,221. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,873 poin (0,37%) ke level 776,413. Aksi beli jelang penutupan perdagangan menjadi penyelamat. Tercatat dana asing yang masuk karena aksi beli mencapai lebih dari Rp 900 miliar.

Analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, pelaku pasar asing yang kembali masuk ke pasar saham domestik menjadi penopang IHSG BEI,”Investor asing kembali mencatatkan beli bersih (net buy) saham mencapai Rp998 miliar seiring ekspektasi fundamental ekonomi domestik yang positif," katanya di Jakarta, Kamis (20/2).

Dia memproyeksikan, indeks BEI Jum’at akhir pekan masih memiliki potensi menguat di kisaran 4.582--4.613 poin dan diharapkan sentimen pelaku pasar asing kembali masuk ke pasar modal. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, diantaranya Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), Alam Sutera Realty (ASRI), MNC Land (KPIG), Summarecon Agung (SMRA).

Pada perdagangan kemarin, aksi ambil untung mulai ramai terjadi di saham-saham unggulan. Namun koreksi IHSG bisa tertahan atas pembelian saham-saham perbankan. Saham bank diburu atas kinerjanya yang positif. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 994,43 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 194.483 kali pada volume 6,343 miliar lembar saham senilai Rp 7,326 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 183 saham turun, dan 72 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini cukup besar karena terdorong aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Cardig Aero Service Tbk (CASS) senilai Rp 1,1 triliun. Transaksi difasilitasi broker Deutsche Securities (DB) di pasar negosiasi.

Bursa regional terkena imbas kekhawatiran dipangkasnya stimulus AS sehingga kompak melemah. Hanya bursa Indonesia yang mampu menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 375 ke Rp 30.150, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 275 ke Rp 26.975, Pool Advista (POOL) naik Rp 200 ke Rp 2.700, dan Dharma Satya (DSNG) naik Rp 195 ke Rp 2.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 750 ke Rp 13.050, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 500 ke Rp 3.950, Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 440 ke Rp 3.560, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 175 ke Rp 5.100.

Sebaliknya, penutupan perdagangan sesi pertama, idneks BEI ditutup melemah 11,157 poin (0,24%) ke level 4.581,494. Sementara Indeks LQ45 turun 1,308 poin (0,17%) ke level 772,232. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 113.900 kali pada volume 3,297 miliar lembar saham senilai Rp 4,317 triliun. Sebanyak 78 saham naik, 168 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Bursa regional mulai terkena imbas kekhawatiran dipangkasnya stimulus AS sehingga sesi pertama rata-rata bergerak melemah. Hanya bursa China yang masih bertahan di zona hijau. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 27.150, Matahari (LPPF) naik Rp 225 ke Rp 13.475, Cardig (CASS) naik Rp 165 ke Rp 1.055, dan Mayora (MYOR) naik Rp 150 ke Rp 29.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Selamat Sempurna (SMSM) turun Rp 440 ke Rp 3.560, Indocement (INTP) turun Rp 425 ke Rp 22.225, Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 13.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 28.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 9,08 poin atau 0,20% ke posisi 4.583,57, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,35 poin (0,30%) ke level 771,19 seiring dengan bursa di kawasan Asia,”Mayoritas bursa Asia bergerak melemah, termasuk IHSG BEI setelah lembaga dana moneter internasional (IMF) pesimis terhadap pertumbuhan ekonomi global," kata Analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Selain itu, lanjut dia, the Fed yang sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk merevisi suku bunga yang masih rendah saat ini serta menlanjutkan pengurangan stimulus keuangan (tapering off) menambah sentimen negatif bagi pasar saham global.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan jika apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali berlanjut dan akan menjadi salah satu faktor pendukung bagi IHSG.

Selain itu, menurut dia, tampaknya hasil kinerja keuangan perusahaan tahun buku 2013 dan stabilitas fundamental makro ekonomi serta optimisme terhadap politik Indonesia yang kondusif masih memberikan harapan bagi investor asing untuk menanamkan investasinya di pasar saham Indonesia,”Meski, sentimen dari internal lebih mendominasi pengaruhnya bagi pergerakan indeks domestik dalam beberapa hari terakhir, namun pelemahan yang terjadi terhadap bursa saham global bisa mempengaruhi pergerakan IHSG," katanya.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 194,34 poin (0,86%) ke level 22.470,18, indeks Nikkei turun 197,73 poin atau 1,34 persen ke level 14.568,78 dan Straits Times menguat 3,41 poin (0,11%) ke posisi 3.092,24.