135.110 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan - Terkumpul Sejak 2008-2013

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia menggelar pemusnahan temuan uang rupiah palsu sebanyak 135.110 lembar dengan menggunakan Mesin Racik Uang Kertas yang dimiliki Bank Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Lambok Antonius Siahaan, pemusnahan temuan uang rupiah palsu ini dilaksanakan berdasarkan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 01/Pen.Mus.Pid/2014/PN.Jkt.Sel tanggal 7 Januari 2014 perihal Penetapan Ketua Pengadilan Negeri tentang Pemberian Izin kepada Penyidik untuk Melakukan Pemusnahan Benda Sitaan.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, berdasarkan Surat Penetapan dimaksud, uang rupiah palsu yang dimusnahkan rincian pecahannya adalah sebagai berikut. Uang rupiah palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 67.278 lembar, uang rupiah palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 56.764 lembar, uang rupiah palsu pecahan Rp20 ribu sebanyak 5.033 lembar.

Kemudian uang rupiah palsu pecahan Rp10 ribu sebanyak 3.553 lembar, uang rupiah palsu pecahan Rp5.000 sebanyak 2.460 lembar, uang rupiah palsu pecahan Rp2.000 sebanyak 19 lembar serta uang rupiah palsu pecahan Rp1.000 sebanyak 3 lembar.

“Uang rupiah palsu yang dimusnahkan ini merupakan hasil temuan dari proses penyortiran uang kertas di Bank Indonesia dan laporan masyarakat kepada Kepolisian dan Perbankan, yang kemudian diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri,” jelas Lambok di Jakarta, Kamis (20/2).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Arief Sulistyanto mengungkapkan, temuan uang rupiah palsu tersebut terkumpul sejak 2008-2013 dan saat ini tersimpan di Bareskrim Polri.

Pemusnahan ini, lanjut dia, merupakan langkah untuk melindungi masyarakat dengan memastikan bahwa uang rupiah palsu yang ditemukan tidak beredar kembali di masyarakat. “Uang rupiah palsu ini merupakan temuan yang bukan menjadi barang bukti tindak pidana. Pemusnahan uang rupiah palsu barang bukti tindak pidana merupakan kewenangan Kejaksaan Agung dan dilakukan setelah suatu kasus tindak pidana mempunyai kekuatan hukum tetap,” terang Arief.

Praktik pemalsuan uang rupiah bukan hanya merugikan masyarakat, namun juga merendahkan kehormatan Rupiah sebagai salah satu simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan pemusnahan temuan uang rupiah palsu ini merupakan salah satu hasil nyata dari upaya Bank Indonesia dan Polri untuk mencegah dan memerangi praktik pemalsuan uang rupiah.

Sebagai informasi, sepanjang 2013, rasio temuan uang palsu sebesar sebelas lembar per satu juta lembar Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD). Sinergi antara Bank Indonesia dengan aparat penegak hukum khususnya POLRI dalam upaya pemberantasan pemalsuan uang rupiah juga terjalin dalam bentuk pemberian keterangan ahli Uang Rupiah dalam proses penyelidikan tindak pidana pemalsuan uang rupiah, hingga ke tahap persidangan.

Bank Indonesia juga menyediakan laboratorium Counterfeit Analysis Centre (BI-CAC) untuk melakukan pemeriksaan laboratoris terhadap barang bukti uang rupiah yang diduga palsu. Di samping itu, Bank Indonesia dan Bareskrim POLRI juga melakukan kerjasama pengajaran pada program pendidikan yang dilaksanakan baik di Bank Indonesia maupun di Kepolisian Republik Indonesia. [ardi]

Related posts