Incar DPK Naik, OCBC NISP Jual Reksa Dana Online

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Jakarta – Mengincar kenaikan dana pihak ketiga (DPK), PT OCBC NISP Tbk (NISP) segera melakukan penjualan produk reksa dana secara online pada kuartal pertama 2014,”Penjualan produk yang menjadi bagian dari layanan internet dan mobile banking ini lebih difokuskan untuk nasabah OCBC NISP yang pernah memiliki produk reksa dana melalui OCBC,”kata Corporate Communication Division Head PT OCBC NISP Tbk Tina Tjintawati di Jakarta, Kamis (20/2).

Dia mengatakan, produk ini diharapkan akan menambah DPK serta jumlah nasabah di bank OCBC NISP. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan penjualan produk reksa dana secara online. Sementara, untuk nasabah baru harus mendaftar terlebih dahulu, karena harus menyerahkan form resiko nasabah. Dalam penjualan reksa dana secara online ini, pihaknya akan bekerjasama dengan beberapa manajer investasi (MI) yang menjadi mitra OCBC NISP guna memasarkan produk reksadana online ini.“Kami akan bekerjasama dengan produk Manager Investasi (MI) yang selama ini telah menjadi mintra kami diantaranya adalah Schroder, BNP Paribas, dan Mandiri Investasi”, tuturnya.

Penggunaan layanan online untuk transaksi reksa dana, juga didorong oleh meningkatnya pengguna layanan transaksi melalui electronic channel (e-Channel) perseroan yang mencapai 40%. Pada 2013, transaksi Bank OCBC NISP melalui e-Channel tumbuh 119%.

Perseroan akan terus meningkatkan kualitas pelayanannya lewat fasilitas untuk mencapai target penggunaannya hingga 50% dari keseluruhan nasabah. “Sekarang 40% nasabah kami tercatat menggunakan e-Channel dan 60% lainnya lewat layanan di kantor-kantor cabang. Target kami posisinya harus seimbang”, ungkapnya.

Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp1,1 triliun pada sepanjang tahun 2013 lalu. Angka tersebut naik sebanyak 25% dari Rp915 miliar pada tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Bank OCBC NISP, Hartati mengungkapkan bahwa, kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 22% menjadi Rp3,1 triliun pada 2013.“Kenaikan pendapatan bunga bersih 22% seiring dengan pertumbuhan kredit. Sementara, penyaluran kredit perseroan tumbuh 21% dari Rp53 triliun menjadi Rp64 triliun”, ungkapnya.

Dari keseluruhan kredit yang disalurkan, porsinya sebanyak 41% untuk kredit modal kerja, 39% untuk kredit investasi dan 20% untuk kredit konsumer. Adapun rasio kecukupan modal (CAR) tumbuh 19,3%, Net Interest Margin (NIM) 4,1%, Return on Equity (ROE) 11,9% dan Return on Asset (ROA) 1,8%. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada posisi 92,5%.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 15-17% mengikuti arahan dari Bank Indonesia (BI). Selain itu perseroan juga berencana menyasar sektor baru dalam melakukan penyaluran kredit namun tetap fokus pada sektor yang telah ada sebelumnya.

Untuk kredit komersial, bank OCBC NISP akan mengelontorkan sekitar Rp200 miliar. Namun, perseroan akan lebih selektif dalam memberikan penyaluran kredit pada setiap segmen. Dia menyebutkan, perseroan akan selektif karena dana Rp200 miliar tersebut belum termasuk konsumer dan yang lainnya. (nurul)