KS Suntik Modal Anak Usaha Rp 61,35 Miliar

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Jakarta – Seiring makin ekspansif bisnsi PT Krakatau Engineering, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menambah modal anak usahanya sebesar Rp61,35 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (20/2).

Dijelaskan bahwa peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 61,35 juta lembar saham dengan nominal Rp1.000 per saham senilai Rp61,35 miliar telah dilaksanakan pada 17 Februari 2014. Penyetoran penambahan penyertaan saham perseroan pada anak usahanya itu dilakukan dengan penyerahan aset perseroan atas tanah dari hasil likuidasi PT Industri Mesin dan Perkakas Indonesia yang sudah dibalik nama atas nama perseroan.

Adapun peningkatan penyertaan saham perseroan di PT Krakatau Engineering untuk memperkuat struktur permodalan anak usahanya, sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas guna memperoleh pembiayaan, baik dari bank maupun lembaga keuangan dalam rangka pembiayaan sejumlah proyek untuk mendukung pertumbuhan Krakatau Engineering.

Selain itu, untuk menambah ekuitas dan menurunkan debt to equity ratio, memperbaiki pembukan dan jaminan pinjaman, menambah kas dan modal investasi serta meningkatkan kemampuan untuk pembiayaan sejumlah proyek yang duharapkan dapat meningkatkan pendapatan Krakatau Engiineering.

Dengan penyertaan modal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai aset maupun kinerja PT Krakatau Enngineering ke depan. Sekedar informasi, PT Krakatau Engineering merupakan anak usaha KRAS yang bergerak di bidang rancang bangun dan perekayasaan industri, perencanaan dan pemborongan/kontraktor segala jenis usaha. Kepemilikan saham KRAS di Krakatau Engineering mencapai 99,99%.

Tahun ini, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menganggarkan dana untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) pada kisaran US$ 800 juta atau sekitar Rp 9,221 triliun atau lebih besar dibandingkan alokasi capex Krakatau Steel tahun 2013 yang berjumlah US$ 500 juta.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar pernah mengatakan, jumlah ini belum termasuk anggaran untuk joint venture bersama Pohang Iron and Steel Company (Posco). Sumber pendanaan capex diperoleh antara lain dari IPO serta kredit ekspor,”Rinciannya adalah US$700 juta untuk induk perusahaan, US$ 20 juta untuk investasi, sedangkan sisanya kurang lebih 66 juta dolar tersebar di anak perusahaan,”paparnya.

Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan berbagai proyek usaha jangka panjang. Sementara Corporate Secretary Krakatau Steel Andi Firdaus mengungkapkan, beberapa proyek yang saat ini berlangsung antara lain pembangunan pabrik pipa electric resistance welded (ERW) 2 dengan kapasitas 150 ribu ton per tahun yang dikelola oleh PT KHI Pipe Industries. Pabrik ini ditargetkan siap beroperasi pada Oktober 2014. Selain itu, Andi menuturkan, PT Krakatau Tirta Industri (KTI) sebagai proyek pengembangan kapasitas air industri dari 1.015 liter/detik mejadi 1.598 liter/detik dijadwalkan selesai pada tahun 2015. (bani)