Eureka Prima Percepat Pembangunan Superblock

Investasikan Dana Rp 3 Triliun

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Jakarta – PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) percepat pembangunan proyek superblock setelah memperoleh progress positif dalam perizinannya. Perseroan sendiri telah menginvestasikan Rp3 triliun untuk pembangunan superblock yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bambu Apus, Jakarta Timur.

Sebelumnya, perseroan memperkirakan pembangunan kawasan tersebut pada semester kedua tahun ini. Adapun pendanaan untuk pembangunan tahap awal, bersumber dari kas internal dan sisa dana hasil penawaran umum terbatas II yang diterbitkan pada November 2013 senilai Rp1,47 triliun,”Proyek yang bernilai Rp3 triliun ini awalnya akan dibangun pada semester kedua 2014. Namun, perseroan mendapatkan progres positif terkait perizinan proyek superblock tersebut. Kami optimis dapat selesai semester satu (2014). Maka perseroan percepat pembangunan proyeknya”, kata Direktur sekaligus Seketaris Perusahaan PT Eureka Prima Jakarta Tbk Denny Bustami di Jakarta, Kamis (20/2).

Dia menambahkan, saat ini perseroan sedang melakukan persiapan final untuk memulai pembangunan tahap awal dan perencanaan kawasan proyek secara terpadu telah selesai dilakukan konsultan asal Spanyol, Cordinach Architect.

Emiten properti yang dulunya bernama PT Laguna Cipta Griya Tbk sebelumnya menyampaikan akan membangun kawasan terintegrasi mulai dari hunian, perkantoran, sampai komersial seluas 24 hektar di Jakarta Timur pada semester kedua 2014.“Untuk tahap pertama yaitu lot A seluas seluas 3,8 hektar akan dikerjakan paling awal dengan nilai investasinya antara Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun. Lot A terdiri dari 8 tower, empat apartemen dan selebihnya perkantoran serta hotel”, tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur perseroan, Lukman Purnomosidi menjelaskan, kebutuhan hunian, perkantoran, dan kawasan industri di Indonesia terutama di Jakarta masih tinggi. Hal ini tercermin dalam hasil riset global dari Pricewaterhouse Coopers (PwC) yang dirilis 2013.

Menurut dia, sebagai negara dengan pertumbuhan kredit dan ekonomi tertinggi kedua setelah China, Jakarta menempati urutan pertama tentang prospek investasi di perkotaan. Atas dasar itu, lanjutnya, perseroan optimistis membangun kawasan terintegrasi yang letaknya di Jakarta Timur, diberi nama Eureka Township. Desainnya sudah dirampungkan oleh arsitek yang juga menggarap beberapa proyek internasional seperti Marina Hemingway (Kuba), Burj Tower dan Spanish Tower (Dubai).

Perseroan juga pernah menyebutkan bahwa dibutuhkan dana investasi sebesar Rp12 triliun untuk membangunan proyek kawasan bisnis terpadu atau Central Business District (CBD) di wilayah ini. Pembangunannya sendiri diproyeksikan akan selesai dalam 8 hingga 10 tahun kedepan atau sekitar tahun 2022 hingga 2024. Besarnya potensi keuntungan yang bisa diperoleh, menjadi salah satu alasan perseroan dalam menjalankan roda bisnisnya di bidang properti.

Dia menjelaskan, bahwa pembangunan proyek ini bakal dikerjakan secara bertahap. Untuk tahap pertama, perseroan akan mengembangkan lahan seluas 2,8 hektar terlebih dahulu, adapuan proyek yang akan dibangun adalah 3 tower apartemen, 1 tower hotel dan 1 tower perkantoran.

Dari keseluruhan proyek ini, diperkirakan perseroan akan mendulang development income dan recurring income atau pendapatan berulang sebanyak 70% hingga 80% dari proyek akan dijual, sedangkan 20% sisanya dijadikan basis pendapatan baru, pendapatan berulang.