Semen Indonesia Klaim Hemat Rp 2,57 Triliun

Dampak Program Inovatif

Jumat, 21/02/2014

NERACA

Jakarta –Ditengah ketatnya persaingan di industri semen, inovasi menjadi mutlak untuk meningkatkan daya saing. Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia Tbk terus melalukan inovasi karena hal ini menjadi kata kunci yang akan membawa perseroan menggapai kinerja optimal.

” Perusahaan sebesar apa pun, jika tidak berinovasi, cepat atau lambat akan mati. Dengan inovasi, kami menciptakan dan membentuk masa depan untuk memastikan terjadinya percepatan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. Inovasi adalah syarat mutlak yang harus kami tumbuh-kembangkan untuk menuju SMI sebagai world class engineering company,”kata Direktur Utama SMI Dwi Soetjipto dalam siaran persnya kepada Neraca di Makassar, kemarin.

Oleh karena itu, PT Semen Indonesia Tbk kembali menggelar Semen Indonesia Award on Innovation sebagai sarana beradu inovasi di lingkungan Semen Indonesia. Tercatat sejak kali pertama diselenggarakan pada 2009, jumlah inovasi yang didaftarkan mencapai 111 proposal dengan potensi penghematan Rp295 miliar. Jumlah ini terus meningkat hingga mencapai 221 proposal inovasi pada 2013 dengan potensi penghematan Rp695 miliar.

Maka jika diakumulasikan selama ajang ini digelar dari 2009 sampai 2013, maka potensi penghematan biaya operasional mencapai Rp2,57 triliun,”Inovasi-inovasi yang kami lakukan adalah upaya melakukan breakthrough guna menekan biaya, sehingga harga jual lebih kompetitif. Berkat inovasi pula, kinerja dan profitabilitas SMI semakin tumbuh. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan laba perusahaan per tahun mencapai 18,19% dan penjualan 12,56%,” kata Dwi Soetjipto.

Dwi Soetjipto juga menegaskan bahwa penghematan yang timbul karena inovasi diupayakan selalu lebih besar dari nilai depresiasi alias penyusutan, sehingga dampak inovasi jauh lebih signifikan dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. ”Mengakarnya budaya inovasi di SMI menjadi fondasi apa yang seringkali saya sebut sebagai realignment business process di mana pilar-pilar perusahaan terintegrasi dan bersinergi, tidak memikirkan pengembangan divisi atau departemen masing-masing,” ujar Dwi Soetjipto.

Selain itu, perseroan juga memperkenalkan ”Kafe Beton” yang memamerkan berbagai inovasi produk. Di antaranya adalah produk semen yang kilat pengeringannya (Rapid Strenght Concrete). Produk ini berguna untuk pembangunan dan perbaikan jalan yang dikejar tenggat waktu penyelesaian. Misalnya, perbaikan jalan di Pantura menjelang mudik Lebaran atau perbaikan jalan setelah rusak diterjang banjir.

Tak hanya itu, inovasi produk yang telah dilakukan juga menghasilkan porous concrete atau pervirous concrete di mana beton ini mampu menyerap air yang mengalir di atasnya, lalu segera diteruskan ke tanah. Beton ini menjadi solusi untuk membantu mengatasi banjir di perkotaan. (bani)