Di Laut, Kita (Belum) Jaya..

Sabtu, 22/02/2014

Di Laut, Kita (Belum) Jaya..

Pada 2020 mendatang, trafik peti kemas di Indonesia meningkat dua kali lebih besar dari volume tahun 2009. Mengantisipasi tingginya trafik atau lalu lintas peti kemas, yang harus dilakukan adalah memperluas terminal peti kemasbaru di sejumlah lokasi.

Saat ini, jumlah pelabuhan di Indonesia sekitar 2 ribu titik. Sebanyak 1.129 pelabuhan di antaranya berstatus sebagai pelabuhan nonkomersial yang dikelola pemerintah. Selebihnya, ada 111 pelabuhan komersial. Sebanyak 25 pelabuhan strategis yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Berdasarkan data kebutuhan kapal container dan general cargo menunjukkan adanya penurunan jumlah unit kapal yang berbanding terbalik dengan peningkatan kapasitas (DWT) kapal. Hal ini dikarenakan seiring dengan semakin meningkatnya teknologi di bidang perkapalan mengakibatkan adanya peningkatan kapasitas kapal (DWT) sebagai contoh kapal post panamax dengan kapasitas mencapai 12.000 TEUs atau kapal Maersk Triple-E yang berukuran 18.000 TEUs. Disamping itu perlu dilakukan upaya peningkatan kapasitas handling pelabuhan guna dapat melayani kapal-kapal berukuran besar.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan mendata, ada lebih dari 800 terminal khusus yang dioperasikan untuk menunjang lalu lintas distribusi pertambangan dan mineral, perkebunan, dan perikanan.”Sedangkan jumlah penumpang kapal penyeberangan kita cenderung naik terus,” kata Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan Bobby R Mamahit.

Pada 2010, jumlah penumpang Pelni terus bertambah. Pada 2010, 3.776.887 orang. Tahun berikutnya mencapai 4.192.345 orang, dan pada 2012, jumlah penumpang sudah sebanyak 5.214.186 orang.

Apa yang akan dilakukan Ditjen hubla? “Dalam action plan untuk memajukan perlayaran perintis, akan dilakukan upaya memperpendk trayek perintis melalui penurunan level of servise dari 20 hari/voyage menjadi 14 hari/voyage,” kata Bobby.

Langkah lainnya adalah memberikan dukungan sarana transportasi laut melalui penmbahan jumlah armada. Perlu adanya jadwal kerja yang pasti terhadap docking kapal yang bersangkutan agar tak mengganggu penyelenggaaan angkutan laut perintis.

Sedangkan terhadap perlayaran Pelni, action plan-nya berupa pengembangan modifikasi kapal penumpang agar menjadi kapal jenis; a. jenis kaal menjadi 3in1 (penumpang-barang kendaraan bermotor, serta 2 in 1(penumpang dan barang). “Pengatuan jadwal antara penyelenggaraan rute kapal Pelni, kapal perintis, dan kapal ASDP agar terwujudnya konektivitas intermoda nasional,” kata Bobby. (saksono)