2013, Kinerja Bisnis Sequislife Positif

NERACA

Jakarta - Sequislife mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif sepanjang 2013. Per 31 Desember, total pendapatan premi bruto sebesar Rp2,26 triliun, nilai ini meningkat 15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,96 triliun. Adapun total aset meningkat 10 % dari 2012 sebesar Rp8,3 triliun menjadi Rp9,1 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada laba Sequislife yang naik sebesar 26% atau Rp386,4 triliun dari 2012 yang hanya Rp307,3 triliun. Sementara risk based capital (RBC) turut melonjak 137% sebesar 652,66%, dari angka tahun sebelumnya yang tercatat 275,90%. Sequislife juga mencatatkan total pembayaran klaim sepanjang 2013 lebih dari Rp93,1 miliar dan US$267,7 juta kepada lebih 6.000 ribu nasabah pada periode Juli hingga Desember 2013.

“Pertumbuhan kinerja keuangan yang positif ini didorong oleh penetrasi bisnis dari berbagai kanal distribusi yang dimiliki Sequislife, yaitu asuransi jiwa dan kesehatan dengan berbagai ragam produk, peningkatan layanan customer service melalui NSC (National Service Center) dan RSC (Regional Service Center) serta ditopang oleh aparat pemasaran (agen) yang berkualitas. Saat ini, Sequislife memiliki agen asuransi berlisensi sebanyak 11.025 ribu orang” ujar Tatang Widjaja, Direktur Utama Sequislife, di Jakarta, kemarin.

Asuransi kesehatan menyumbang 10% - 12% dari perolehan premi Sequislife. Tahun ini Sequislife menargetkan pertumbuhan premi meningkat 15%- 25%. Angka tersebut berada pada range proyeksi AAJI yaitu 20%-25%.

Regional Training Center Bandung

Sequislife sangat menyadari bahwa pengembangan sumberdaya manusia (SDM) menjadi pendukung pertumbuhan bisnis Sequislife di seluruh Indonesia, untuk itu Department Training dari Sequislife yaitu Sequis Training Academy of Excellence (STAE) menghadirkan Regional Training Center (RTC) untuk kota Bandung yang berada di RSC Bandung.

Menurut Franky Nayoan, SVP Chief Agency Recruitment, Training & Development Sequislife, Tujuan didirikannya RTC Bandung untuk melengkapi agen Sequislife dengan pengetahuan produk Sequislife dan pengetahuan asuransi jiwa lebih dalam melalui pelatihan dan pengembangan, RTC juga digunakan untuk melayani agen baru terutama yang berdomisil di Jawa Barat, di mana Jawa Barat adalah salah satu provinsi potensial secara demografi, yang memiliki 16 kabupaten dan 9 kotamadya.

“Tujuan lainnya adalah karena kami ingin melakukan standarisasi pada sistem pelatihan dan pengembangan agen kami, sebagai upaya untuk mencapai visi 2020 Sequislife “To be THE leading Life and Health Insurer in Indonesia,” terang Franky.

Regional Training Center Bandung merupakan RTC ke lima. RTC sebelumnya berada di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Denpasar. RTC Bandung dilengkapi dengan berbagai fasilitas ekslusif seperti conference meeting rooms, fasilitas trainer dan sales office yang modern serta ruang on line exam untuk penyelenggaraan sertifikasi AAJI.

Aktivitas utamanya adalah menyelenggarakan berbagai macam program pelatihan untuk agen & leader dari tingkat basic hingga advance, perekrutan agen baru melalui seminar peluang bisnis “Sequis Opportunity for Unlimited Profit (SOUP). “Kami bertekad memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah kami, salah satunya melalui program pelatihan yang telah dikembangkan oleh STAE bagi para Agen agar dapat melayani calon nasabah dengan baik,” pungkasnya. [retno]

BERITA TERKAIT

Pasar Modal di Bali Diyakini Tumbuh Positif - Dampak Penyederhaan Kebijakan

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja pasar modal dan industri keuangan nonbank di Bali dan Nusa Tenggara…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

Birokrasi Perizinan vs Kinerja Aparat

Proses percepatan perizinan berusaha dan berinvestasi di Indonesia tampaknya mudah diucapkan, namun sangat sulit diterapkan realisasinya di lapangan. Pasalnya, hingga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…