Utang Pelaku KUKM Dapat Diputihkan - Korban Erupsi Kelud

NERACA

Jakarta -Direktur UtamaLembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengh(LPDB-KUMKM),Kemas Danial menyatakan, utang para pelaku koperasi dan UKM (KUKM) yang mengakses dana bergulir dan menjadi korban erupsi Gunung Kelud bisa diputihkan melalui mekanisme yang sudah ditetapkan.

"Ada dua mekanisme yang akan kami tawarkan untuk KUKM korban bencana erupsi Kelud. Salah satunya diajukan kepada Kementerian Keuangan untuk diputihkan," kata Kemas di Jakarta, Rabu (19/2). Diajuga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua mekanisme, yakni pemutihan utang dan perkuatan modal kembali dengan penjadwalan ulang pengembalian maupun dengan keringanan suku bunga. Namun, Kemas menekankan, seluruh mekanisme yang diambil itu benar-benar mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

"Data kami, di wilayah yang terkena dampak bencana ada sekitar 67 koperasi dengan plafond pembiayaan Rp120,405 miliar," ujar dia.Di Kabupaten Blitar ada 3 koperasi dengan plafond pinjaman Rp4,950 miliar, Kabupaten Kediri ada 7 koperasi dengan plafond pinjaman Rp8,6 miliar, Kabupaten Malang 15 koperasi dengan Rp22,380 miliar, Kabupaten Tulungagung 20 koperasi dengan Rp23,7 miliar, Kota Kediri 1 koperasi dengan Rp125 juta. Dan Kota Malang 21 koperasi dengan plafond pinjaman Rp60,650 miliar.

Di Jawa Timur jumlah mitra atau koperasi yang menerima dana bergulir, sebanyak 279 dengan plafond pinjaman Rp491,4 miliar. Dari jumlah itu, sekitar 25% di antaranya berada di tangan mitra yang terdampak erupsi Gunung Kelud.Pihaknya, lanjut Kemas, akan segera menerjunkan tim ke koperasi atau mitra yang terdampak bencana tersebut, untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus mengambil langkah terkait kelangsungan usaha mitra."Jika ada yang asetnya habis atau terbakar karena bencana, ini force majeur. Kami bisa ajukan rekomendasi untuk diputihkan," imbuhnya.

Namun, kata dia, jika ada mitra yang usahanya terdampak sebagian dan masih bisa melanjutkan atau memulihkan usahanya, akan diberi penawaran perkuatan modal kembali dengan perhitungan bunga yang sangat ringan maupun penjadwalan ulang pengembalian pembiayaan."Ini juga berlaku untuk korban bencana yang lain, seperti di kawasan erupsi Gunung Sinabung, banjir bandang Manado, maupun banjir di Jawa Tengah dan Jakarta," ungkap Kemas.

Kemudian Kemas juga menjelaskan pihaknya menargetkan penyaluran dana bergulir pada tahun 2014 ini sebesar Rp2,65 triliun. Dana ini akan disalurkan kepada 198.856 UMKM melalui 628 koperasi dan 369 lembaga non koperasi."Pencapaian kinerja minimal dapat direalisasikan sebesar 80% dari target penyaluran," kata dia.

Menurut Kemas, kolektivitas dana bergulir bermasalah akan tetap dikendalikan serendah mungkin sehingga tidak melebihi batas toleransi sebesar maksimal 15% sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) 2014. Dia pun mengatakan, rencana alokasi penyaluran dana bergulir pada tahun 2014 akan tetap diprioritaskan kepada koperasi sebesar 70% dan sisanya sebesar 30% akan dialokasikan kepada non koperasi. Proyeksi penyaluran per provinsi didasarkan atas jumlah koperasi aktif di masing-masing provinsi, dan dengan memperhatikan azas keadilan serta pemerataan pembangunan.Menurut Kemas, target pendapatan LPDB-KUMKM tahun 2014 sebesar minimal Rp99,9 miliar yang bersumber pada pendapatan jasa layanan sebesar Rp92,29 miliar dan pendapatan dari APBN sebesar Rp7,6 miliar."Target pendapatan jasa layanan meningkat sebesar Rp24,8 miliar atau 33,06% dari target tahun 2013 sebesar Rp75,081 miliar," jelasnya.

Dia pun menambahkan, pada tahun 2013 menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 1,8 triliun atau mencapai 93,88% dari target RBA tahun 2013 sebesar Rp 1,926 triliun. Dia menjelaskan, dana bergulir tahun 2013 telah disalurkan kepada 160.401 UMKM atau tercapai 173,34% dari target 92.535 UMKM, yang disalurkan melalui 633 mitra koperasi primer langsung, 16 koperasi sekunder, 26 mitra perusahaan modal ventura dan mitra perbankan, serta 328 mitra UKM strategis yang tersebar di 33 provinsi. [mohar]

BERITA TERKAIT

OJK Ungkap Target Inklusi Keuangan 2019 Tercapai

  NERACA   Surabaya - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada…

Bank NTT Siap Jadi Bank Devisa pada 2021

  NERACA Kupang - Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menargetkan pada 2021 Bank NTT milik pemerintah Nusa Tenggara…

Cadangan Devisa Naik US$2,4 Miliar

      NERACA   Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 tercatat 126,7 miliar dolar AS,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BRI Aceh Targetkan Konversi ke Syariah Rampung 2020

    NERACA   Aceh - Pimpinan Wilayah BRI Aceh Handaru Sakti menyatakan proses konversi dari konvensional ke BRI syariah…

Bank Sinarmas Siap Kasih Modal Petani Jagung

    NERACA   Bogor - Bank Sinarmas terus mendukung pertanian tanaman pangan Indonesia khususnya dalam pembiayaan dan permodalan terhadap…

Allianz dan Gojek Perluas Manfaat Asuransi GoRide

    NERACA   Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Indonesia mengumumkan perluasan kerja sama strategis dengan Gojek dan PasarPolis…