Danai Anak Usaha, Ciputra Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar - Siapkan Capex Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) tengah mengkaji rencana penerbitan obligasi pada periode kuartal pertama 2014 sebesar Rp500 miliar,”Nantinya dana hasil obligasi tersebut akan digunakan sebagai penyertaan modal bagi anak usaha yang bergerak di bidang real estate,”kata Direktur Keuangan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santosa di Jakarta, kemarin.

Sementara untuk mendukung kinerjanya sepanjang tahun ini, perseroan telah menyiapkan alokasi dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun. Bila dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya, nilai capex tahun ini mengalami penurunan sekitar 20% dari tahun sebelumnya senilai Rp2 triliun.“Hal ini lantaran, ada sejumlah proyek yang investasinya telah dilakukan pada tahun lalu. Sumber dananya lebih banyak pinjaman dan ada internal kami. Ini untuk pengembangan dan pembangunan Ciputra World II”, ungkapnya.

Pada tahun ini, perseroan memperkirakan pertumbuhan penjualan sebesar 20% menjadi Rp12 triliun pada tahun ini. Pertumbuhan ini selain dihasilkan dari 60 proyek yang ada, juga rencana meluncurkan 20 proyek baru. Dimana pembiayaan proyek tersebut, berasal dari kas internal sebesar 80% dan sisanya 20% akan didanai pinjaman bank lokal.

Sementara itu, dia memperkirakan peluang pelambatan pasar bakal berlanjut di tahun ini. Kondisi ekonomi dan sosial-politik menjelang pesta demokrasi diramalkan bakal mengerem dinamika bisnis termasuk properti. Namun para pelaku pasar sudah memahami dan mempunyai cara guna meredam hal tersebut.“Kami prediksi permintaan properti tak sebaik tahun lalu. Setelah pemilu bisa menjadi awal baru pertumbuhan pasar properti”, kata Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia Todd Lauchlan.

Namun, dia mengingatkan, kondisi pasca pemilu dapat membaik dengan catatan, pelaksanaan pemilu berjalan lancar. Sehingga membuka peluang bagi tumbuh kembangnya ekonomi secara berkesinambungan. Sehingga, dia menilai isyarat positif tersebut bergantung pada hasil pemilu.

Pada tahun ini, perseroan sudah menyiapkan 20 proyek yang siap digarap. Namun, melihat situasi saat ini, perseroan belum bisa berspekulasi. Faktor ekonomi global diklaim perseroan sebagai hambatan dalam mengambil tindakan.“Tapi paling tidak, proyek berupa kawasan hunian itu bisa dikejar memasuki kuartal kedua nanti. Semoga saja segera ada kejelasan”, katanya.

Sebagian besar proyek tersebut akan berada di sejumlah daerah seperti Jakarta, Pekan Baru, Pontianak, Palu dan Gorontalo. Ditaksir nilai satu proyek tersebut bakal menyedot dana investasi senilai Rp100 hingga Rp150 miliar.

Selain itu, perseroan telah menyiapkan lahan dengan luas sekitar 20 samapi 40 hektar untuk setiap proyek tersebut. Saat ini perseroan masih dipersenjatai dengan landbank seluas 2000 hektar. Mayoritas proyek garapan perseroan akan dikembangkan di luar Pulau Jawa. Pengerjaan proyek-proyek nantinya diharapkan dapat berkontribusi dan mendongkrak pendapatan perseroan tahun 2014. (nurul)

Related posts