Simpanan Nasabah BII Capai Rp107,2 Triliun

NERACA

Jakarta - Total simpanan nasabah PT Bank Internasional Indonesia Tbk sepanjang 2013 tercatat meningkat 25% menjadi Rp107,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp85,9 triliun.

Direktur Utama BII, Taswin Zakaria menjelaskan, pertumbuhan simpanan nasabah yang paling tinggi terjadi pada layanan tabungan yakni 31% menjadi Rp24,7 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp18,8%. “Untuk giro tumbuh 20% menjadi Rp17,7 triliun dari Rp14,7 triliun dan desposito naik 24% dari Rp52,5 triliun menjadi Rp64,9 triliun,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/2).

Taswin menjelaskan kenaikan simpanan nasabah ini juga didukung peningkatan dana murah lantaran produktivitas cabang di mana tim penjualan (sales force) BII mengoptimalkan peluang cross selling. “Selain itu tim kami juga memanfaatkan basis pelanggan yang ada untuk menjaring nasabah baru," imbuh Taswin.

Sementara, rasio kredit terhadap simpanan nasabah konsolidasian (LDR) stabil pada 93,24%. LDR Bank (tanpa memperhitungkan anak perusahaan) di level 87,04 persen per 31 Desember 2013.

Sedangkan untuk perolehan laba bersih setelah pajak, BII mencatatkan sebesar Rp1,55 triliun. Ini meningkat sebesar 28% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun.

Taswin mengatakan, perolehan laba sebelum pajak mengalami peningkatan hingga 29% bila dibandingkan pada 2012 lalu sebesar Rp1,7 triliun menjadi Rp22 triliun pada 2013. “Ini merupakan pencapaian tertinggi BII untuk kinerja satu tahun. Kami berhasil menutup tahun keuangan 2013 ini dengan hasil menggembirakan ditengah pasar yang penuh tantangan,” tutur dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, pencapaian laba yang tumbuh hingga 28% ini seiringan peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp5,8 triliun atau tumbuh 9% bila dibandingkan dengan NII tahun 2012 lalu yakni Rp5,3 triliun. “Ini dapat dicapai meskipun terjadi penurunan marjinal pada marjin bunga bersih (NIM) dari 5,73% menjadi 5,20% di tahun 2013 ini, sehubungan dengan kondisi pasar yang penuh tantangan dan persaingan ketat di industri perbankan,” tukasnya.

Dia mengungkapkan, perjalanan transformasi kami yang berkesinambungan telah memberikan hasil yang positif untuk pertumbuhan jangka panjang. “Dengan memperkuat langkah yang telah kami mulai dan mempertajam tujuan strategis kami, perjalanan transformasi akan berfokus pada optimalisasi peluang ekonomi secara menyeluruh.

Sejalan dengan hal tersebut, perusahaan akan memprioritaskan dan meningkatkan pada layanan yang berkualitas tinggi, inovasi produk, penyederhanaan proses dan konektivitas dengan Group Maybank. [sylke]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Penyelamatan AJB Bumiputera Tunggu PP

  NERACA   Jakarta - Ketua Komisi XI DPR Dito Ganindito mengatakan langkah awal untuk menyelamatkan Asuransi Jiwa Bersama (AJB)…

Sun Life Buka Kantor Pemasaran di Surabaya

    NERACA   Surabaya - Memperkuat bisnis dan penetrasinya di wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya, PT Sun Life Financial…

Fintech Makin Eksis, Tren Kolaborasi dengan Bank Makin Berkembang

      NERACA   Jakarta - Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google dan Temasek pada akhir 2019…