Peternakan Perlu Didorong Menjadi Lokomotif Perekonomian di Jabar

NERACA

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, menyambut baik kegiatan Kontes Ternak Tingkat Jabar yang rutin dilaksanakan setiap tahun serta kegiatan Pesta Patok yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Apalagi maksud acara tersebut adalah untuk memotivasi para peternak pembibit di Jabar, agar mampu menghasilkan bibit ternak yang berkualitas, sekaligus mewujudkan kemandirian penyediaan produk peternakan/swasembada daging.

“Hal ini sangat beralasan, mengingat kontribusi Sub sektor Peternakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat setiap tahun terus meningkat hingga mencapai 7,17%. Dan hingga kini Subsektor Peternakan masih menjadi unggulan untuk mendorong pembangunan Jabar, karena dipandang masih mempunyai peluang yang besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di pedesaan,” tegas Heryawan saat memberikan arahan di depan ratusan warga yang hadir pada pembukaan Kontes Ternak dan Pesta Patok IX Tahun 2011 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Kabupaten Purwakarta, Kamis (28/7) kemarin.

Disamping itu, lanjut Heryawan, keberhasilan pembangunan peternakan di Jabar yg sudah banyak dinikmati masyarakat luas, antara lain produk daging, telur dan susu. Apalagi saat ini Jabar merupakan pemasok utama kebutuhan susu nasional. Demikian kata Heryawan, investasi usaha peternakan akan mampu mendorong perekonomian daerah.

“Meski demikian masih ada sejumlah kendala yang sekaligus peluang besar dalam mendorong pembangunan peternakan sebagai lokomotif perekonomian masyarakat Jawa Barat khususnya,” tutur dia.

Menurut Heryawan saat ini, berdasarkan data secara nasional sapi potong kita 30% masih impor, demikian juga dengan kebutuhan pakan yang 70% dipenuhi dengan impor. Jabar sendiri sampai saat ini, merupakan salah satu provinsi yang masih kekurangan pasokan daging sapi. Kendati Jabar sebagai pemasok utama susu nasional, namun kata gubernur, 70% kebutuhan susu nasional masih impor. Sementara jumlah populasi ternak domba di Jabar mencapai 5 juta ekor yang merupakan 50% dari populasi nasional.

“Untuk itu ke depan, perlu ada lompatan besar strategi pembangunan peternakan sehingga peternakan selain pertanian, mampu menjadi tumpuan perekonomian masyarakat secara luas di Jabar. Diantaranyan dengan dukungan rekayasa teknologi, penataan rantai pasok, menjaga fluktuasi harga tata niaga yang terintegrasi dengan jelas serta dukungan semua pihak, “punkas Guburner Heryawan.

BERITA TERKAIT

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…

Indonesia "Lokomotif" Utama Penggerak Gagasan Indo-Pasifik

Oleh: Aziz Kurmala Gagasan Indo-Pasifik mencuat kembali ke permukaan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih memilih istilah Indo-Pasifik daripada…

Konstruksi Infrastruktur Nasional Perlu Tegaskan Komitmen K3

Oleh: Muhammad Razi Rahman Awan hitam sedang menaungi berbagai proyek pembangunan infrastruktur di sejumlah lokasi di Tanah Air, karena adanya…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

KNPI Harus Menjadi Inspirator Implementasi Pancasila dan UUD '45 - Bupati Sukabumi

KNPI Harus Menjadi Inspirator Implementasi Pancasila dan UUD '45 Bupati Sukabumi NERACA Sukabumi - Bupati Sukabumi Marwan Hamami meminta Komite…

Pemkot Tangerang Tingkatkan Kemampuan Pemuda Berwirausaha

Pemkot Tangerang Tingkatkan Kemampuan Pemuda Berwirausaha NERACA Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya meningkatkan kemampuan berwirausaha bagi para…