Multi Bintang Bidik Pasar Minuman Non Alkohol

Bangun Pabrik Rp 208,12 Miliar

Kamis, 20/02/2014

NERACA

Jakarta – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) siap memproduksi minuman non alkohol dengan membangun pabrik baru di Mojokerto, Jawa Timur, senilai Rp208,12 miliar. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (19/2).

Disebutkan, perseroan telah memperoleh persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 14 Februari lalu atas rencana pembangunan pabrik tersebut. Nantinya, pabrik yang dimiliki perusahaan bir dengan merk dagang Bintang ini akan memiliki kapasitas produksi 500 ribu hektoliter (hl) per tahun.

Total rencana investasinya mencapai Rp208,12 miliar. Di mana sumber pendanannya berasal dari laba ditahan Rp52 miliar dan pinjaman dalam negeri Rp156,1 miliar. Rencananya produksi komersial dijadwalkan akan dimulai pada Mei atau Juni 2014. Sebelumnya, perseroan memprediksi investasi senilai Rp210 miliar untuk pembangunan pabrik minuman bebas alkohol ini.

Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk Cosmas Batubara mengatakan, pembangunan pabrik baru ini untuk memenuhi permintaan pasar terkait produk minuman yang terus tumbuh dari tahun ke tahun,”Pabrik baru ini berkapasitas produksi sebesar 500 ribu hektoliter per tahun. Dan akan mendukung ekspor minuman ke sejumlah negara di dunia”, katanya.

Pembangunan pabrik ini merupakan yang ketiga setelah pabrik Bir di Tangerang dan Sampang Agung. Menurut dia, manufaktur serta proses produksinya tetap berpatokkan pada standar internasional. Karena, hasil produksi selain untuk memenuhi permintaan dalam negeri juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor.“Pembangunan pabrik ketiga di Mojokerto ini juga berdasarkan pertimbangan pemenuhan bahan baku pembuat minuman ringan, salah satunya adalah air. Kami menggunakan bahan baku air asli dari Mojokerto ini yang memang kualitasnya bagus untuk produksi”, paparnya.

Dengan berdirinya pabrik di Mojokerto ini, produksi minuman non alkohol akan dipindah ke pabrik baru ini. Sebelum ada pembangunan pabrik ini, memang ada penolakan dengan pembangunan pabrik minuman non alkohol di Tangerang. Alasannya, karena lokasi tersebut berada di area yang sama dengan produksi minuman beralkohol.“Untuk menghindari itu, semua kita pindahkan ke Mojokerto. Non Alkohol dipindahkan semua ke Mojokerto”, jelasnya.

Pada pabrik ketiga ini, untuk menjamin aspek produksi, efisiensi dan produktivitas yang tinggi, operasinya bersifat pada modal. Sehingga, alat-alat yang digunakan dioperasikan oleh tenaga kerja yang memiliki kemampuan khusus.

Sepanjang kuartal ketiga 2013, perseroan berhasil meningkatkan penjualan bersihnya sebesar 17,84%, yakni dari Rp1,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,10 triliun. Peningkatan tersebut berhasil membuat perseroan meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp690,36 miliar di kuartal ketiga 2013 atau naik 16,72% dari Rp574,95 miliar di kuartal ketiga 2012.

Dari sisi total aset, perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol ini mencatat adanya kenaikan sebesar 27,90%, yakni dari Rp1,15 triliun di akhir periode Desember 2012 menjadi Rp1,60 triliun di kuartal III-2013. Sedangkan untuk liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing naik 7,03% menjadi Rp884,38 miliar dan 53,76% menjadi Rp713,41 miliar di kuartal ketiga 2013, serta jumlah kas dan setara kas akhir periode kuartal ketiga 2013 tercatat sebesar Rp358,18 miliar. (nurul)