Pemerintah Resmikan Rumah Mutiara Indonesia - Budidaya Non Perikanan

NERACA

Lombok - Untuk pengembangan komoditas mutiara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendirikan Rumah Mutiara Indonesia (RMI) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Rumah rujukan Mutiara Laut Selatan ini mempunyai multi fungsi bagi perkembangan bisnis mutiara ke depan. RMI yang dijadikan sebagai Bursa Mutiara Regional, juga berfungsi untuk melayani sorting dan grading mutiara yang memenuhi SNI untuk ekspor. Fungsi ini sangat penting mengingat kualitas mutiara menjadi prasyarat yang menentukan harga mutiara di pasar dunia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, seusai meresmikan Rumah Mutiara Indonesia, di Lombok NTB, Selasa (19/2).

Menurut Sharif, RMI juga berfungsi untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai mutiara Indonesia kepada masyarakat serta mempromosikan mutiara Indonesia ke pasar dunia. RMI juga merupakan rumah lelang Mutiara Indonesia, yang dibangun di depan kawasan Bandara Internasional Lombok di Tanah Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Selain sebagai wahana pelelangan mutiara berkualitas dunia yang diproduksi di pulau lombok NTB, RMI juga diharapkan bisa menarik wisatawan sebanyak-banyaknya ke daerah NTB. “Nantinya RMI menyediakan fasilitas untuk melakukan transaksi/bisnis mutiara serta memberikan bimbingan dan pelatihan kepada pelaku usaha agar dapat meningkatkan mutu produk sesuai standar internasional,” ujarnya.

Sharif mengatakan, mutiara merupakan salah satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan yang memiliki prospek pengembangan usaha sangat baik. Untuk itu, keberlangsungan mutiara Indonesia menjadi fokus perhatian KKP. Diantaranya, KKP telah melakukan penyusunan tata ruang (zonasi) untuk kawasan budidaya yang ramah lingkungan, penyediaan induk/bibit yang berkualitas, memenuhi volume/kuantitas yang dibutuhkan, serta pemanfaatan dan pengelolaan RMI semaksimal mungkin untuk pengembangan mutiara, baik untuk Provinsi NTB maupun daerah lainnya yang memiliki potensi pengembangan Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearl). Prospek Mutiara sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan permintaan perhiasan dari mutiara dan harganya yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sharif menjelaskan, pasar mutiara dunia saat ini didominasi 4 jenis mutiara. Yaitu, Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearl) dengan negara produsen adalah Indonesia, Australia, Filipina dan Myanmar dengan produksi per tahun sebesar 10-12 ton. Kedua, Mutiara Air Tawar (Fresh Water Pearl) dengan negara produsen adalah China dengan produksi per tahun sebesar 1.500 ton. Ketiga, Mutiara Akoya (Akoya Pearl) dengan negara produsen adalah Jepang dan China dengan produksi per tahun sebesar 15-20 ton. Keempat, Mutiara Hitam (Black Pearl) dengan negara produsen adalah Tahiti dengan produksi per tahun sebesar 8-10 ton.

Sejak tahun 2005, tambahnya, dari segi volume Indonesia merupakan produsen SSP terbesar di dunia. Indonesia memasok 43% kebutuhan dunia. Sedangkan dari segi nilai perdagangan, Indonesia menempati urutan ke-9 dunia. Dengan nilai ekspor sebesar US$ 29.431.625, atau 2,07% dari total nilai ekspor mutiara di dunia yang mencapai US$ 1.418.881.897. Indonesia berada di bawah Hongkong, China, Jepang, Australia, Tahiti, USA, Swiss dan Inggris. "Negara tujuan ekspor mutiara Indonesia adalah Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru dan Perancis," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…

Pemerintah Fokus Mengembangkan Industri Hijau - Terkait Kunjungan Kerja ke Tiongkok

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus untuk mengembangkan program industri hijau, di mana setiap sektor manufaktur nasional perlu menerapkan prinsip…

Menteri BUMN: Mekaar PNM Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah Tumbuhkan Ekonomi

Menteri BUMN: Mekaar PNM Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah Tumbuhkan Ekonomi NERACA Lombok - Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Indonesia-Jepang Bidik Industri Potensial Jangka Panjang

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) tengah melakukan kerja sama dalam pengembangan industri potensial…

Utamakan Pasar Domestik - P3DN Jadi Strategi Penting Industri Perkapalan

NERACA Jakarta – Pemerintah telah berupaya mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar domestik bagi kepentingan pengembangan industri perkapalan dalam negeri sebagaimana…

Penanaman Modal - Total Investasi Jepang di RI Sentuh US$17 Miliar

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut, Jepang selama ini menjadi mitra strategis bagi Indonesia. Transaksi Jepang-Indonesia pada triwulan…