Penguatan Indeks BEI Belum Beranjak

Kamis, 20/02/2014

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 36,460 poin (0,80%) ke level 4.592,651. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 7,080 poin (0,92%) ke level 773,540. Aksi borong saham yang dilakukan investor asing menjadi pemicunya.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.770 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.830 per dolar AS menjadi support terhadap indeks BEI.

Analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, apresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi penopang bursa saham domestic,”Nilai tukar rupiah yang positif itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia baik sehingga memicu pelaku pasar asing kembali mengambil posisi beli cukup besar," kata dia di Jakarta, Rabu (19/2).

Dia mengemukakan, pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia sebesar Rp1,08 triliun pada perdagangan Rabu kemarin. Dirinya memprediksi, IHSG kembali berpotensi melanjutkan kenaikan pada perdagangan besok, Kamis (20/2), bergerak di kisaran 4.570--4.616 poin.

Sementara itu, analis KDB Daewoo Securities Budi Nainggolan menambahkan, secara teknikal IHSG mampu mempertahankan penguatannya, “Untuk perdagangan Kamis (20/2), kami perkirakan indeks BEI bergerak di level 4.544--4.596 poin," ungkapnya.

Dirinya menuturkan, beberapa saham yang dapat diperhatikan, di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Gudang Garam (GGRM), dan Multipolar (MLPL). Pada perdagangan kemarin, sembilan sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri. Hanya sektor konstruksi yang masih merah. Aksi beli didominasi investor asing.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreing net buy) senilai Rp 1,058 trilun di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 251.182 kali pada volume 5,308 miliar lembar saham senilai Rp 7,038 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Hanya bursa saham Jepang yang ketinggalan di zona merah. Bursa-bursa Asia lainnya berhasil menguat dibantu sentimen positif dari bursa global. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 46.750, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 13.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 23.850, dan Pool Advista (POOL) naik Rp 500 ke Rp 2.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 19.000, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 225 ke Rp 6.750, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 200 ke Rp 2.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 26.700.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 18,748 poin (0,41%) ke level 4.574,939. Sementara Indeks LQ45 naik 2,994 poin (0,39%) ke level 769,454. Aksi beli asing terus terjadi, membuat dana asing mengalir masuk tanpa henti ke lantai bursa sejak pekan lalu. Saham-saham blue chip jadi sasaran aksi beli investor asing.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 153.610 kali pada volume 2,848 miliar lembar saham senilai Rp 3,06 triliun. Sebanyak 139 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sesi pertama. Bursa China dan Singapura bertahan di zona hijau. Sedangkan bursa Jepang dan Hong Kong kena aksi ambil untung. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 46.750, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 13.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 625 ke Rp 23.825, dan Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 13.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 19.000, Indo Tanbangraya (ITMG) turun Rp 275 ke Rp 26.625, Bank BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 10.200, dan SMART (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 6.900.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,30 poin atau 0,07% menjadi 4.559,49. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,85 poin (0,11%) ke level 767,32,”Membaiknya beberapa data ekonomi makro masih membuat IHSG bertahan di area positif walaupun IHSG berada dalam area jenuh beli (overbought)," kata analis HD Capital, Yuganur Wijanarko.

Dia menambahkan, serangkain data ekonomi Indonesia yang dirilis sejak awal Februari seperti neraca perdagangan Indonesia yang surplus pada periode Desember 2013, kenaikan cadangan devisa, dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat masih menjadi sentimen positif.

Analis Kresna Securities, Etta Rusdiana Putra menambahkan, sentimen pasar domestik masih cukup kondusif, data defisit neraca pembayaran pada kuartal empat 2013 di 2,0% dari produk domestik (PDB) atau jauh lebih baik dibandingkan kuartal tiga 2013 yang berada di 3,8% PDB.

Di sisi lain, lanjut dia, aliran modal pun masih masuk ke pasar saham. Tercatat dalam data BEI sepanjang tahun ini, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,35 triliun. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 58,46 poin (0,26%) ke level 22.646,18, indeks Nikkei turun 98,78 poin (0,67%) ke level 14.743,57 dan Straits Times menguat 20,54 poin (0,67%) ke posisi 3.091,28. (bani)