WIKA Bukukan Laba Bersih Sesuai Target - Bukukan Laba Rp 555,6 Miliar

NERACA

Jakarta – Tutup tahun 2013, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) optimis pencapaian kinerja sesuai target, seperti laba bersih berhasil mencatat sebesar Rp555,6 miliar. Bila dibandingkan 2012 sebesar Rp457,8 miliar, maka perolehan laba pada tahun lalu mengalami pertumbuhan hingga 21,36%.

Tidak hanya itu, perseroan juga berhasil membukukan pendapatan sesuai target sebesar Rp15,4 triliun selama 2013 atau mengalami pertumbuhan hingga 57,14% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9,8 triliun,”Angka itu belum diaudit, tapi kami berhasil mencapainya, malah mungkin sedikit lebih tinggi," kata Corporate Secretary WIKA Natal Argawan di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, perolehan laba bersih dan pendapatan perseroan sepanjang 2013 bahkan diproyeksi dapat lebih tinggi setelah proses audit selesai beberapa waktu ke depan. Lanjutnya, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan sebesar 22%. Dengan begitu, laba bersih WIKA diperkirakan mencapai Rp678 miliar hingga Desember 2014. Sementara, pendapatan Wika diprediksi menjadi Rp18,9 triliun.

Sementara, lantaran terjadi pelemahan nilai tukar rupiah dengan rentang yang cukup dalam sejak pertengahan 2013 lalu, maka perseroan terpaksa menunda beberapa proyek engineering, procurement and construction (EPC) yang tadinya direncanakan tahun ini,”Kami harus menghitung lagi keseluruhan nilai proyek, tapi kami yakin potensinya masih sangat besar di situ,”ujar Natal.

Asal tahu saja, realisasi kontrak baru perseroan sepanjang tahun 2013 hanya Rp18,9 triliun. Angka tersebut meleset tipis dari target sebelumnya sebesar Rp20 triliun,”Kontrak di 2013 baru berhasil mencapai Rp18,9 triliun, ada beberapa proyek yang mundur sehingga tidak mencapai target," kata Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro.

Sementara untuk tahun ini, Adji optimis dapat memperoleh total kontrak mencapai Rp49,97 triliun atau meningkat sebesar 28,56% dibandingkan total target di tahun lalu. Optimisme tersebut karena masih ada kontrak bawaan (carry over) dari 2013 yang diharapkan dapat selesai proses penandatangannya pada tahun ini.

Kontrak untuk 2014 sedianya terdiri dari kontrak baru sebesar Rp25,83 triliun dan carry over dari tahun 2013 sebesar Rp24,14 triliun. Dimana komposisi perolehan kontrak baru perseroan di tahun ini, terdiri dari induk perusahaan 70% dan anak perusahaan sebesar 30%. (bani)

BERITA TERKAIT

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

Hutama Karya Targetkan Laba Rp 1,6 Triliun

PT Hutama Karya (Persero) memproyeksikan peningkatan laba tahun berjalan lebih dari tiga kali lipat atau menjadi Rp1,688 triliun per akhir…

Laba BNI Tumbuh 31,6%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada kuartal III 2017 membukukan laba sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…