Sugih Energy Siapkan Usulan Pengembangan

Temukan Minyak dan Gas Bumi

Kamis, 20/02/2014

NERACA

Jakarta – PT Sugih Energy Tbk (SUGI) berencana untuk mempersiapkan usulan rencana pengembangan (Plan of Development) kepada SKK Migas setelah berhasil menemukan sumur eksplorasi berisi minyak dan gas bumi.

Presiden Direktur PT Sugih Energy Tbk Andhika Anindyaguna menjelaskan, rencana tersebut merupakan tahap persiapan menuju tahapan produksi komersial pada blok Lemang PSC. Berdasarkan hasil pengujian komprehensif terhadap sumur eksplorasi Akatara-2 pada blok Lemang PSC (hasil pengujian Drill Stem Test/DST) menunjukan kandungan positif.

Berdasarkan tes tersebut, menunjukan tingkat aliran awal minyak bumi sampai dengan 2.300 BOPD dengan tingkat API gravity 32,3-36,5 derajat serta gas alam sampai dengan 5,4 MMSCFD. “Pencapaian ini merupakan kumulasi dari kinerja eksplorasi baik dimana jumlah kumulatif dari tingkat aliran awal gabungan yang ditemukan di blok Lemang PSC sebesar 9.500 BOEPD”, kata dia dalam keterangan perseroan, Rabu (19/2).

Selain itu, perseroan melalui anak usahanya yaitu Petroselat Ltd telah mendapat persetujuan dari SKK Migas untuk mengembangkan lapangan pematang dari Blok Selat Panjang PSC (Plan of Development/POD).

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan, Fachmi Zarkasi mengatakan, dengan adanya persetujuan dari SKK Migas ini diharapkan produksi minyak dari Blok Selat Panjang PSC dapat mencapai sekitar 4.400 barel minya per hari (barrels of oil per day).

Selain itu juga produksi gas diharapkan dapat mencapai sekitar 24 juta standar kaki kubik per hari. Dia juga menambahkan bahwa sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada didalam POD, rencananya Petroselat akan mencapai titik puncak produksi dari Blok Selat Panjang PSC pada periode produksi tahun 2018. Berdasarkan data yang tercantum dalam POD, kandungan minyak yang ada pada Blok Selat Panjang PSC sebanyak 37,5 MMSTB (million stock tank barrels of oil) dan kandungan gas 118,4 BSCF (billions of standard cubic feet of gas).

Perseroan berharap POD dapat direalisasikan mulai tahun ini, sehingga dapat menyumbang tambahan penghasilan bagi perseroan untuk tahun buku mendatang. Sesuai dengan penghitungan dalam POD, perkiraan atas penghasilan kotor (gross revenue) yang akan diterima dapat mencapai jumlah kumulatif sebesar US$941,85 juta.

Petroselat merupakan operator dari Blok Selat Panjang PSC yang terletak di bagian timur dari Propinsi Riau yang merupakan aset migas dari perseroan. Sementara itu, Singapore Industry Council (SIC) telah memberikan persetujuan perpanjangan waktu kepada Sugih Energy Pte Ltd (SEP) sampai dengan akhir Maret 2014 untuk menyelesaikan akuisisi maksimal 51% saham Ramba Energy sesuai ketentuan hukum Singapura.

Apabila prasyarat tidak dapat dipenuhi atau dikecualikan oleh SEP sampai dengan waktu ditentukan, maka rencana transaksi akan berakhir dan SEP tidak akan mengajukan permohonan perpanjangan jangka waktu melebihi 31 Maret 2014.

Seperti diketahui perusahaan ini berniat mengembangkan 3 blok migas miliknya dan investasi di tahun ini. Adapun dana yang digelontorkan sebesar US$110 juta termasuk mengakuisisi 51% saham Ramba Energy. (nurul)