Mandom Cetak Penjualan Rp 2,03 Triliun

Kamis, 20/02/2014

NERACA

Jakarta –Perusahaan kosmetik, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencetak angka penjualan belum diaudit pada tahun lalu naik 9,5% menjadi Rp2,03 triliun. Selain itu, perseroan juga membukukan laba bersih belum diaudit sebesar Rp 160 miliar atau tumbuh 6,5% dibanding tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk, Takeshi Hibi mengatakan, penjualan tersebut ditopang pertumbuhan penjualan domestik, yang naik 8,2% menjadi Rp1,45 triliun dan penjualan ekspor meningkat 13,1% menjadi Rp576 miliar. Dia juga menambahkan, pencapaian kinerja tersebut dapat dikatakan bahwa perseroan berhasil menjalani periode manajemen middle range management planning tahap 3 (MID-3) dan siap masuk ke tahap 4, yang dimulai tahun ini.

Kata Takeshi, periode MID-4 akan berjalan mulai 2014-2016. Pada periode ini, perseroan mengusung tema, "Mewujudkan Perusahaan Global yang Sesungguhnya." Adapun target penjualan di MID-4 sebesar Rp3 triliun. Diharapkan target tersebut bisa tercapai pada tahun terakhir pelaksanaan MID-4 dua tahun mendatang.

Pembangunan kantor dan pabrik baru di Kawasan Industri MM2100 di Cibitung, Bekasai, Barat yang diperkirakan rampung akhir tahun ini, diharapkan dapat mendukung capaian target penjualan tersebut,"Sementara untuk tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan hingga dua digit, baik penjualan domestik maupun ekspor," ujarnya.

Sebagai informasi, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp3 triliun pada tahun 2016 mendatang. Maka untuk mencapai target tersebut, perseroan akan memindahkan kantor pusat dan pabrik kosmetik yang saat ini berlokasi di Sunter ke Kawasan Industri MM2100 di Cibitung. Pabrik tersebut akan dibangun di atas laan seluas 148 ribu meter persegi.

Adapun tujuan pemindahan kantor maupun pabrik tersebut adalah untuk mendukung pertumbuhan penjualan sekaligus efisiensi produksi. Pasalnya, proses yang saat ini berjalan adalah kemasan plastik dikirim dari Cibitung ke pabrik di Sunter untuk melalui tahap filling. Selanjutnya, produk jadi dikirim ke logistic center di pabrik Cibitung.

Adapun pemindahan kantor pusat dan pabrik ini juga untuk mencapai skala penjualan sebesar Rp3 triliun pada 2016. Tahun ini, perseroan menargetkan bisa membukukan penjualan sebesar Rp2 triliun.

Sementara itu, perseroan saat ini memiliki dua pabrik di Sunter dan Cibitung. Setelah pemindahan (kantor dan pabrik dari Sunter ke Cibitung), proses akan berjalan lebih efisien karena berada dalam satu kawasan industri yang sama. (bani)