Iuran OJK Diklaim Tak Pengaruhi Bisnis Perbankan

Rabu, 19/02/2014

NERACA

Jakarta -Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Arief Harris menilai kewajiban iuran perbankan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan mempengaruhi bisnis perbankan secara signifikan."Dampak kepada bisnis kami pasti ada, tapi tidak signifikan dan sudah kami perhitungkan," ujar Arief saat paparan kinerja di Jakarta, Selasa (18/2).

Arief menuturkan, pihaknya memahami adanya iuran tersebut sebagai bagian untuk membantu penyelenggaraan operasional OJK selaku pengawas sektor jasa keuangan."Ini juga merupakan bagian dari good corporate citizen," tambahnya.Dia menambahkan, adanya iuran itu juga tidak akan membuat pihaknya menaikkan suku bunga kredit yang dapat membebani nasabah.

"Iuran 0,03% tidak akan menjadikan suku bunga kami naik. Kami akan absorb (serap) dari bidang bisnis lain," ujar Arief.OJK akhirnya resmi memberlakukan pungutan bagi industri jasa keuangan yakni untuk pasar modal, undustri perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) sekitar 0,03%-0,06% dari aset.

Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Peraturan Pemerintah (PP).Pelaku industri keuangan akan mulai ditarik pungutan oleh OJK dengan besaran sesuai dengan industrinya masing-masing. Pungutan itu akan ditarik OJK secara tiga bulanan mulai dari triwulan I- 2014.[ardi]