Kisruh Garuda Cerminkan Fundamental Perusahaan - Ancaman Mogok, Saham Garuda Loyo

Neraca

Jakarta - Kisruh yang terjadi pada tubuh PT Garuda Indonesia Tbk menyusul adanya ancaman mogok para pilot, berujung pada pergerakan saham maskapai plat merah ini mengalami hard landing (turun tajam).

Mengawali perdagangan saham, Rabu (27/7), saham GIAA terpangkas hingga 20 poin (3,84%) ke level Rp 500 per lembar, kembali menjauhi level harga saham perdananya (IPO) di Rp 750 per lembar. Hingga pukul 10.22 waktu JATS, sahamnya sudah ditransaksikan 44 kali dengan volume 2.597 lot senilai Rp 655,25 juta. Padahal, saat ini IHSG sedang tren menguat akibat rilisnya kinerja keuangan emiten yang rata-rata positif.

Pengamat pasar modal M. Gunawan Yasni mengatakan, terkoreksinya saham Garuda mencerminkan kondisi perusahaan sedang buruk. Pasalnya, pergerakan saham selalu mencerminkan kondisi perusahaan. “Masyarakat sebagian kecil tahu, sedikit isu jelek kondisi Garuda, pasti sahamnya akan anjlok,” katanya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (27/7).

Kendatipun demikian, dirinya masih menyakini bila fundamental perusahaan Garuda masih baik. “Baik atau bagus saham Garuda, pasti naik dan sebaliknya kalau sedang buruk pasti akan terkoreksi. Masyarakat sendiri sebagian kecil sudah tahu banyak kondisi dari internal Garuda,” tandasnya.

Dia menjelaskan, seberapa lama saham Garuda terus terpuruk, bola ada ditangan managemen dari Garuda bagaimana mengatasi konflik internal di tubuh karyawan. Bagaimanapun juga, managemen Garuda harus memberikan policy yang bagus atau terobosan atas isu mogok pilotnya dan tidak tinggal diam.

Menurut Gunawan, investor sebaiknya tidak panik dengan adanya isu mogok pilot Garuda. Pasalnya, bila kondisi ini menuai kepanikan dan kekhawatiran yang berlebihan akan berdampak aksi jual investor terhadap saham Garuda.

Kemudian imbasnya, keterpurukan saham Garuda akan semakin panjang. Oleh karena itu, dia menyarankan agar investor tidak terburu-buru melepas saham Garuda dan diyakini kondisi di tubuh Garuda tidak akan berlangsung lama. “Perselisihan di tubuh Garuda akan segera selesai dan dua hari lagi saham Garuda pasti naik lagi,” tegasnnya.

Sementara pengamat pasar modal Dana Reksa Sekuritis Purbaya Yudi Sadewa mengatakan, terkoreksinya pembeli saham GIAA tidak perlu dikhawatirkan terhadap anjloknya saham maskapai penerbangan itu. Sebab saham GIAA di pasar domestik masih sangat dominan. "Saham Garuda itu masih mendominasi di pasar domestik dan sifatnya long term. Jadi tidak perlu khawatir dan buru-buru melepas (saham GIAA)," katanya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (27/7).

Dia berpendapat, apa yang terjadi saat ini juga tidak akan mempengaruhi permintaan (demand) karena prospeknya masih baik. Kondisi ini merupakan tantangan bagi para investor atau pemegang saham GIAA. "Ini tidak akan mengganggu demand saham Garuda. Prospeknya masih bagus. Lagi pula manajemen Garuda masih mengusahakan, dan saya rasa polemik ini tidak akan berlangsung lama,” tegasnya.

Keputusan untuk mensuspend saham GIAA jika harga saham terus turun, menurut Purbaya, tidak perlu dilakukan. Karena tidak mungkin manajemen Garuda tidak melakukan penyelesaian secepatnya, mengingat garuda merupakan pelayanan publik. "Tidak perlu disuspend lah. Manajemen tidak mungkin tinggal diam karena mereka perusahaan jasa, pelayanan publik. Kalau pun turun terus, saat ini saya tidak bisa memperkirakan sampai sejauh mana. Kita lihat dulu 1 minggu ke depan," tandasnya.

Sementara Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto menegaskan, koreksi saham Garuda sebesar 1,92% di lantai bursa adalah hal yang wajar. Menurut Pujobroto, anjloknya nilai saham Garuda Rp10 ke angka Rp510 per lembar tidak musti dikaitkan dengan pemogokan para pilotnya, melainkan suatu kewajaran yang menunjukkan dinamisnya pasar bursa. “Artinya, penurunan itu menunjukkan dinamisnya pasar bursa. Saham kan memang kadang naik dan kadang turun. Jadi wajar saja,” ungkap Pujobroto.

Tetap Melayani Penerbangan

Mengenai pemogokan berjamaah para penerbang Garuda, dia menyatakan pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif baik berupa negosiasi terus-menerus dengan asosiasi pilot maupun penyiapan pilot-pilot pengganti mereka yang mogok. Hari Sabtu dan Selasa, kata Pujobroto, pihak Garuda telah duduk bersama dengan asosiasi pilot untuk menyelesaikan masalah ini. “Intinya kami semaksimal mungkin mengupayakan langkah-langkah untuk melayani konsumen sebaik mungkin. Kami terus cek, monitor, dan memberikan layanan penerbangan yang maksimal. Jangan sampai karena kasus ini, para pelanggan dirugikan. Kami juga selalu terbuka untuk bernegosiasi dengan para pilot,” jelas Pujobroto.

Sedangkan anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bidang transportasi Sudaryatmo menilai, rencana mogok terbang pilot Garuda jelas melanggar hak konsumen. Sebab, itu berarti menelantarkan calon penumpang yang telah membeli tiket penerbangan.

Dia mengatakan, Undang-Udang memang memperbolehkan pekerja untuk memperjuangkan haknya, melalui demo sekali pun. Tetapi, tetap dalam pelaksanaannya tidak boleh melanggar hak orang lain. "Sah saja kalau mau mogok kerja, tapi pikirkan nasib calon penumpangnya. Apa yang dilakukan pilot Garuda itu jelas melanggar hak konsumen. Ini bukannya menyelesaikan masalah, tetapi malah menimbulkan masalah. Jika konsumen tersebut merasa hak normatifnya dirugikan, mereka bisa menuntut Garuda," ujar Sudaryatmo.

Sebaiknya, imbuh Dia, pilot Garuda melakukan cara lain yang lebih bijak untuk menuntut hak tanpa harus mengorbankan konsumen. Di sisi lain, manajemen Garuda mestinya lebih tanggap untuk menyelesaikan polemik ini.

Ganti Dirkeu

Sebagaimana diketahui, ancaman aksi mogok para pilot Garuda menuai reaksi dari Menteri BUMN yang mengusulkan agar dicopotnya direktur keuangan Garuda. Dimana, untuk mengisi kekosongan tersebut diusulkan adalah pejabat dari PT Bank Mandiri Tbk.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengusulkan direktur keuangan PT Garuda Indonesia Tbk., ditempati pejabat dari PT Bank Mandiri Tbk. "Saya minta Direktur Keuangan Garuda bisa diisi dari orang Bank Mandiri," jelasnya.

Menurut Mustafa, penempatan seorang pejabat Mandiri pada posisi direksi Garuda diharapkan bisa membantu Garuda dalam menyelesaikan tugas-tugas keuangan perusahaan. Alasan lain, pejabat bank Mandiri dinilai sudah berpengalaman di bidang korporasi, sehingga dapat memperkuat jajaran keuangan Garuda.

Soal mogok pilot Garuda Indonesia, Menteri BUMN Mustafa Abubakar pernah mengimbau manajemen Garuda Indonesia mencari solusi terbaik atas rencana pilot Garuda yang akan melakukan mogok kerja.

Dia mengharapkan Garuda segera menyelesaikan masalahnya apalagi menjelang bulan Ramadhan. Hal ini dilatarbelakangi Garuda menjadi salah satu perusahaan aviasi pelat merah yang diamanahkan menjadi transportasi bagi penumpang.

Asal tahu saja, pilot Garuda mengancam mogok kerja bila manajemen tidak dapat memenuhi standar operasional perusahaan (SOP). Kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan saat ini sangat irrasional dan keliru karena tidak mengacu pada standar keselamatan penerbangan dan akan merugikan negara. Salah satunya adalah dengan menempatkan tenaga yang tidak kompeten dalam bidangnya dengan perbedaan yang sangat signifikan terutama terhadap pilot.

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

PT Timah Bikin Perusahaan Patungan - Eksplorasi Tambang di Nigeria

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di luar negeri, PT Timah Tbk membentuk perusahaan patungan bersama perusahaan asal Nigeria, Topwide…

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Skema Lelang Gula Rafinasi Dinilai Tidak Efektif

  NERACA Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan distribusi gula rafinasi melalui mekanisme lelang dinilai tidak…

DAMPAK KENAIKAN SUKU BUNGA THE FED - BI Pertahankan Bunga Acuan 4,25%

Jakarta-Meski Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 0,25%, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse…

PENGELOLAAN SEKTOR ENERGI - BUMN Migas Vs BUK Migas, Mana Lebih Efisien?

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha berharap pemerintah tidak buru-buru merealisasikan pembentukan induk usaha…