UOB Indonesia Targetkan Transaksi Kartu Kredit Tumbuh 40%

NERACA

Jakarta -Tahun ini, PT Bank UOB Indonesia menargetkan transaksi kartu kredit bisa tumbuh sebesar 40%. Target ini diharapkan bisa meningkatkan volume transaksi kartu kredit di akhir tahun sekitar Rp6,2 triliun. Senior VP Head of Unsecured Business UOB Indonesia, Budy Setiawan mengatakan, UOB Indonesia merencanakan strategi untuk meningkatkan pemasukan dari transaksi untuk segmen hiburan dan perjalanan. Dua segmen ini masih memberikan kontribusi terkecil dibandingkan transaksi untuk kebutuhan harian dan pakaian.

Budy menjelaskan, saat ini volume transaksi bulanan masih sebesar Rp450 miliar dan ditargetkan dapat meningkat Rp10 hingga Rp20 miliar setiap bulan. "Pada Desember kami proyeksikan volume transaksi dapat mencapai Rp550 miliar. Kami menggenjot transaksi dengan memberikan nilai tambah dibandingkan hadiah undian," ujar Budy di Jakarta, Selasa (18/2)

Dia juga mengaku akan terus fokus menjaga bisnisnya tetap prudent dengan rasio kredit bermasalah atau Non performing loan (NPL) di level 3%. Menurut dia ini masih cukup baik dari rata-rata industri di level 5%. Untuk itu perseroan akan selektif menerima nasabah baru dengan hanya menerima satu dari lima calon nasabah baru. Sementara penetrasi terhadap nasabah lama akan ditingkatkan 40 hingga 60% walaupun juga harus mencari nasabah baru.

"Nasabah lama kami ada 300 ribu dan kami tambah 100 ribu nasabah baru untuk switching yang keluar. Sehingga pertambahannya tidak akan signifikan," ujarnya.

Pangsa pasar utama disebutnya masih dari Jakarta dan Surabaya sedangkan di kota lain belum signifikan. Dia mengaku juga harus mencari pasar baru seperti Palembang, Yogya, Riau, dan Malang. "Namun ini tidak mudah dengan prasyarat ada basis 20-30 ribu nasabah di daerah tersebut. Marketnya harus dibentuk dengan menggandeng lebih banyak merchant untuk transaksi mereka di daerah," ujarnya.

Untuk memberikan nilai tambah kepada nasabahnya, UOB Indonesia meluncurkan UOB Movie Experience Langkah ini sebagai strategi memberikan nilai tambah yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Dengan belanja apa saja minimal senilai Rp500 ribu per struk untuk transaksi apa saja, nasabah dapat menukarkannya dengan dua tiket nonton di jaringan bioskop 21.

Sedangkan untuk segmen perjalanan, perseroan juga sudah menjalin kerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia untuk memberikan tiket gratis ke Bali bagi nasabah loyalnya."Nonton film sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat kota besar. Pengguna kartu kami dapat berhemat apabila ingin menonton film setiap akhir pekan. Kebutuhan entertainment menjadi fokus nilai tambah untuk nasabah kami," ujar Budy.

Dia menjelaskan perseroan juga menargetkan tahun ini dapat menambah 100 ribu nasabah baru untuk memperkuat 300 ribu nasabah saat ini. Untuk itu perseroan akan me-review benefit dua produknya UOB One dan UOB ladies yang sudah terbit sejak 3 tahun lalu.

Hal ini akan memindahkan pengguna kartu generiknya untuk Platinum ataupun Gold. Saat ini perseroan memiliki enam kartu yaitu generik Platinum, generik Gold, Ladies Gold, Ladies Platinum, UOB One, dan Corporate."Dari enam ini akan kami tambah satu lagi untuk segmen high end di pertengahan atau akhir tahun. Kami akan menyasar menengah ke atas," ujarnya.

Dia mengatakan, akan melihat apakah benefit di setiap produknya sesuai dengan kebutuhan gaya hidup saat ini. "Apakah harus ditambah atau dirubah. Kami akan me-review-nya supaya selalu dibutuhkan," ujarnya. [sylke]

BERITA TERKAIT

Penjaminan Kredit Jamkrindo Tumbuh 22,57%

    NERACA   Jakarta - Perum Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan kredit sebesar Rp86,30 triliun sepanjang semester pertama 2018 atau…

Penghapusan Bukuan Kredit Tak Langsung Cerminkan Kerugian - Sidang Lanjutan Kasus BLBI

Penghapusan Bukuan Kredit Tak Langsung Cerminkan Kerugian Sidang Lanjutan Kasus BLBI NERACA Jakarta - Bankir senior yang juga mantan Ketua…

Memacu Daerah Tumbuh

Ketika Presiden Jokowi memanggil pimpinan pemerintahan daerah (Pemda) ke Istana beberapa waktu lalu, merupakan pertanda pemerintahan pusat serius memperhatikan potensi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diminta untuk Tak Naikkan Suku Bunga

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) dinilai untuk tidak perlu menaikkan suku bunga acuan pada rapat kebijakan Rabu…

Modalku Salurkan Penjaman Rp2 Triliun ke 7.000 UMKM

    NERACA   Jakarta - Perusahaan teknologi finansial, Modalku menyalurkan pinjaman modal usaha sekitar Rp2 triliun kepada lebih dari…

BNI Klaim Jadi Pionir Penyaluran KUR Petani Garam

    NERACA   Jakarta - BNI menjadi pionir dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada petani garam sejalan dengan…