Aksi Ambil Untung Hantui Pergerakan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,823 poin (0,02%) ke level 4.556,191. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,259 poin (0,03%) ke level 766,460. Posisi indeks BEI yang sudah masuk area jenuh beli akibat penguatan yang terjadi sejak pekan lalu, akhirnya tidak mampu naik lebih tinggi lagi. Alhasil IHSG konsolidasi dulu dan berakhir stagnan.

Diperkirakan, pergerakan indeks BEI Rabu bakal kembali terkoreksi seiring masih berburunya aksi ambil untung yang dilakukan investor. Pada perdagangan kemarin. aksi jual banyak dilakukan investor domestik, sedangkan asing terus berburu saham. Dana asing sebanyak Rp 687,71 miliar masuk lantai bursa setelah investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 259.377 kali pada volume 5,312 miliar lembar saham senilai Rp 5,9 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 160 saham turun, dan 85 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed hingga penutupan pasar. Bursa saham Jepang melonjak tinggi setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneternya juga meningkatkan batasan kredit bank untuk proyek-proyek penelitian lingkungan dan sumber daya alam.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.850 ke Rp 45.500, Electronic City (ECII) naik Rp 320 ke Rp 2.810, Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 29.500, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 23.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 575 ke Rp 13.000, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 550 ke Rp 5.450, Unilever (UNVR) turun Rp 300 k Rp 28.075, dan HM Sampoerna (HSMP) turun Rp 250 ke Rp 69.000.

Penutupan perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 6,410 poin (0,14%) ke level 4.561,778. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,088 poin (0,01%) ke level 766,806. Saham-saham komoditas memimpin penguatan, tapi penguatan ini tertahan koreksi di saham-saham perbankan. Saham-saham lapis dua juga ada yang terkena aksi jual.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 153.610 kali pada volume 2,848 miliar lembar saham senilai Rp 3,06 triliun. Sebanyak 139 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 85 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed hingga sesi pertama. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.525 ke Rp 45.175, Matahari (LPPF) naik Rp 625 ke Rp 14.200, Astra Agro (AALI) naik Rp 400 ke Rp 23.300, dan Electronic City (ECII) naik Rp 215 ke Rp 2.705.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 68.950, Unilever (UNVR) turun Rp 225 ke Rp 28.150, J Resources (PSAB) turun Rp 125 ke Rp 3.375, dan ABM Investama (ABMM) turun Rp 125 ke Rp 2.850.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat tipis sebesar 3,61 poin mendapat sentimen dari kinerja keuangan emiten domestik. IHSG BEI dibuka naik 3,61 poin atau 0,08% menjadi 4.558,98. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,31 poin (0,30%) ke level 769,03.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, publikasi beberapa laporan keuangan tahun buku 2013 sektor kontruksi dan perbankan menunjukkan kinerja bagus, sehingga berdampak positif bagi pergerakan IHSG,”Diperkirakan sektor tersebut masih menjadi katalis bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini. Selain itu, sentimen dari global diperkirakan juga masih mendukung bagi pergerakan indeks bursa domestik," katanya.

Sentimen dari global, lanjut dia, investor AS akan disuguhi pandangan ekonomi The Fed yang akan dipublikasikan pada pekan ini. Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro sudah mememperkirakan IHSG BEI akan cenderung bergerak melemah seiring pelemahan nilai tukar rupiah dan potensi ambil untung,”Beberapa sektor yang telah menguat signifikan pada perdagangan kemarin (Senin, 17/2) seperti perbankan, konstruksi, properti, dan semen berpotensi terkena aksi ambil untung pelaku pasar," katanya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 59,02 poin (0,26%) ke level 22.476,92, indeks Nikkei naik 143,88 poin (1,00%) ke level 14.540,34 dan Straits Times melemah 3,44 poin (0,12%) ke posisi 3.066,83. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif The Fed Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis ditutup melemah 50,33 poin dipicu sentimen terbukanya…

Aksi Profit Taking Masih Hambat Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/2) ditutup melemah 19,47 poin seiring dengan…

Tatalogam Ambil Langkah Hukum Pemalsuan Merek Taso

Tatalogam Ambil Langkah Hukum Pemalsuan Merek Taso  NERACA Jakarta - PT Tatalogam Lestari produsen rangka atap baja ringan dan genteng…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…