Kimia Farma Investasikan Dana Rp 100 Miliar - Buka 50 Gerai Apotek Baru

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan penjualan, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) terus perbanyak gerai. Tahun ini, perusahaan farmasi milik pemerintah ini berencana akan membuka 50 unit apotek baru dengan investasi sekitar Rp100 miliar. Maka dengan demikian, perseroan telah memiliki 562 outlet apotek,”Tahun ini kami berencana membuka 50 apotek lagi, ada yang kerja sama dengan instansi lain dan ada yang stand alone," kata Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Djoko Rusdianto di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, selain pembukaan apotek di wilayah Indonesia. Pihaknya juga berencana akan membuka apotek di wilayah Timor Leste, Vietnam, dan Arab Saudi.Namun, dia mengungkap rencana pembukaan apotek baru ini masih menunggu proses izin terlebih dahulu. Selain membuka apotek di Timor Leste, Kimia Farma juga akan membuka layanan kesehatan di sana.

Djoko mengatakan, dengan adanya pengembangan bisnis di bidang retail akan berpengaruh positif terhadap pendapatan perseroan. Penguatan di segmen retail diharapkan dapat mengompensasi tingginya biaya bahan baku yang terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2013, perseroan membukukan penjualan ekspor sebesar Rp 230 miliar atau naik 39% disbanding penjualan ekspor tahun sebelumnya sebesar Rp 140,3 miliar. Kata Djoko, banyaknya permintaan obat dari negara tetangga menjadi salah satu pemicu berkembangnya penjualan ekspor perseroan."Target eksport kami tahun ini tumbuh 20% atau menjadi Rp276 miliar," ujarnya.

Menurutnya, pada 2013 penjualan konsolidasi perseroan sebesar Rp4,35 triliun. Penjualan tersebut paling besar masih berada pada penjualan ritel sebesar Rp2,2 triliun dan distribusi Rp1,9 triliun. Untuk tahun ini, pihaknya mengincar angka penjualan konsolidasi Rp5,2 triliun. Untuk mencapai angka tersebut, pihaknya akan memperbesar pasar ekspor ke sejumlah wilayah. Sementara target laba bersih sebesar Rp240 miliar atau naik 10 persen dibanding proyeksi laba bersih sepanjang 2013 sebesar Rp217 miliar.

Sebelumnya, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada pernah mengatakan, ekspansi yang akan dilakukan perseroan terkait penambahan gerai apotek terbilang cukup bagus. Namun, kata Reza, alangkah baiknya apabila penambahan gerai apotek itu diimbangi dengan peningkatan volume penjualan,”Saya rasa kalau penambahan gerai apotek berimbang dengan volume penjualan dari perseroan itu sangat postif. Dan selama bisa menjaga pangsa pasar, pertumbuhan KAEF akan baik," ujar Reza. (bani)

BERITA TERKAIT

Bauxite Club Buka Peluang Kerjasama

      NERACA   Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional menilai forum dialog antarnegara kaya mineral khususnya komoditas…

Dafam Properti Bakal Tambah Lima Hotel Baru - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Meskipun ada kekhawatiran pasar properti tahun ini masih melandai, namun hal tersebut tidak mengurungkan PT Dafam Property…

BPJS-TK Minta Pendampingan KPK Soal Pengelolaan Dana

BPJS-TK Minta Pendampingan KPK Soal Pengelolaan Dana NERACA Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) meminta pendampingan kepada Komisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…