Kelemahan Investasi Emas Patut Diketahui

NERACA

Setiap jenis investasi selalu memiliki karakter masing-masing, termasuk kekurangan serta kelebihan. Begitu pula dengan investasi emas, selain memiliki banyak kelebihan, juga memiliki kelemahan dan ini patut kita kenali dan pahami.

Apa saja kelemahan di investasi emas? Director of Business Development PT Manulife Asset Manajemen Indonesia Putut Endro Andanawarih mengatakan, kelemahan yang pertama adalah dari segi leverage. Tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk menambah penghasilan dengan investasi emas ini.

Apalagi bila kita berinvestasi dengan teknik mencicilnya lewat bank syariah, jadi kita tidak memiliki kendali akan emas anda sebab masih dititipkan di bank tersebut. Berbeda bila kita berinvestasi di properti misalnya, walaupun properti kita seperti rumah, ruko, tanah, atau apartemen yang diperoleh melalui cara KPR.

“Tetapi secara seketika orang yang dapat menghasilkan profit dengan cara menyewakan properti tersebut, sehingga bisa membayar cicilan KPR ke bank,” kata Putut.

Menurutnya selain harga properti yang terus naik setiap tahunnya, kita juga memperoleh profit tambahan yaitu dari hasil sewa properti tersebut. Kelemahan selanjutnya adalah kecilnya impak terhadap ekonomi mikro secara nyata (riil).

Artinya semakin besar berinvestasi emas yang tidak secara otomatis, maka membuat perputaran ekonomi semakin membesar juga. Berbeda bila berinvestasi dengan reksadana atau saham, uang investasi berperan secara langsung terhadap perputaran ekonomi serta menambah kinerja dari perusahaan-perusahaan yang kita beli sahamnya.

Berbeda juga bila kita memiliki cukup banyak emas, lalu emas tersebut kita gadaikan serta uang dari hasil gadai diperputarkan ke dalam perdagangan yang nyata (riil), sehingga membuat ekonomi berputar.

Harus memiliki tempat khusus. Sangat beresiko tinggi jika kita menyimpan emas batangan di dalam rumah apalagi jumlahnya banyak, walaupun kita yakin rumah sudah aman, tetapi masih memerlukan brankas untuk menyimpan emas tersebut. Berbeda dengan investasi properti yang komoditinya riil, seperti bangunan yang tidak mungkin akan dicuri.

Untuk itu jika bermain dengan investasi emas harus memikirkan secara matang akan keamanan emas tersebut. Jika takut menyimpan di rumah kita bisa menyimpannya di bank yang sudah menyediakan tempat sendiri agar merasa aman.

Kenaikan harga yang lambat. Saat kondisi ekonomi stabil dan tenang, maka kenaikan harga emas akan cenderung lambat. Tetapi saat terjadi krisis ekonomi nilai emas akan semakin naik dengan cepat. Alasannya, karena pada saat krisis ekonomi terjadi, para investor cenderung memilih investasi yang lebih aman dan emaslah yang dinilai paling aman.

Jadi, kata Putut, kenaikan harga emas akan terjadi saat krisis ekonomi datang, jika ekonomi stabil maka kenaikan harga emas akan lambat. Untuk menyiasati hal ini kita harus jeli dalam melihat keadaan pasar emas dunia jadi mengetahui kapan waktunya membeli dan kapan waktunya menjual.

“Selisih nilai beli dan jual yang sama dengan saat membeli mata uang asing yaitu sekitar 2 4 %,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Investasi, Divestasi, Privatisasi

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Mekanisme bisnis di bidang apa saja akan berjalan melalui proses yang umumnya…

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

Ekspansi di Timur Indonesia - SOTS Siapkan Investasi Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis properti lebih agresif lagi di tahun depan, PT Satria Mega Kencana (SOTS) memiliki rencana…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…