Sido Muncul Gandeng Perusahaan Farmasi Jepang - Bangun Pabrik Pengolahan

NERACA

Semarang– Dalam rangka mengembangkan ekspansinya di pasar global, produsen jamu PT Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana menjalin kerjasama dengan perusahaan farmasi asal Jepang untuk pembangunan pabrik pengolahan jamu Tolak Angin. Besar tawaran kerjasama, hal ini disebabkan karena larisnya penjualan produk Tolak Angin di pasar Asia, termasuk di Jepang.

Direktur Operasional PT Sido Muncul Tbk, David Hidayat mengatakan, kerjasama dengan perusahaan Jepang masih dikaji dan termasuk soal harga investasinya, “Sudah banyak perusahaan asing mau jalin kerjasama, yang paling kencang selain dari Jepang juga Taiwan. Namun kita belum sepakat soal nilai harganya,”ujarnya di Semarang, Selasa (18/2).

Dia menuturkan, nantinya bila terjadi kesepakatan soal harga. Maka porsi kepemilikan saham 50%-50% dengan tetap bahan baku dan ramuan berasal dari Sido Muncul. Hanya saja, nantinya perusahaan farmasi tersebut boleh memakai lisensi brand jamu Tolak Angin.

Selain itu, kata David, perseroan juga menyiapka dana sebesar Rp 150 miliar untuk rencana akuisisi perusahaan farmasi. Dimana sumber pendanaan masih berasal dari hasil dana penawaran saham perdana atau IPO,”Kita sudah siapkan dana investasi Rp 150 miliar untuk akuisisi perusahaan farmasi, namun perusahaan yang mau diakuisisi masih dimatangkan,”tandasnya.

Menurutnya, rencana akusisisi perusahaan farmasi dimaksudkan untuk mengintegrasikan bisnis perseroan selain jamu dan obat tradisional juga bidang farmasi. Sebagai informasi, seiring dengan meningkatnya penjualan produk jamu Tolak Angin, perseroan bakal memperluas pabrik yang sudah ada sekitar 1 hektar dengan nilai investasi sekitar Rp 240 miliar dengan sumber pendanaan berasal dari hasil IPO.

Diharapkan, dengan perluasan pabrik tersebut, kapasitas produksi jamu Tolak Angin meningkat dari 70 juta sachset menjadi 100 juta sachset perhari. Kemudian untuk pembangunan pabrik bahan baku jamu seluas 5 ribu meter, nilai investasi sekitar Rp 90 miliar yang sumber pendanaan 32% dari IPO. Nantinya dengan pabrik baru ini, kapasitas produksi juga akan meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya 11 ribu gram perhari.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2013 mencatatka, perseroan mencatatkan penjualan tertinggi dengan kenaikan hingga 32%. Sedangkan, Kuku Bima menurun penjualannya. "Tahun lalu kan banyak hujan jadi Kuku Bima menurun, sebaliknya Tolak Angin naik penjualannya," kata David.

Adapun, penjualan Sido Muncul tahun 2013 lalu turun 0,8%, sedangkan laba bersihnya 4,7% melebihi target menjadi sebesar Rp 390 miliar. Dividen diharapkan bisa dibagikan 30-50% dari laba tahun lalu, namun pastinya akan dibicarakan pada RUPS di Jakarta, akhir Maret mendatang. (bani)

BERITA TERKAIT

BI Sebut Mastercard Jalin Kerjasama Perusahaan “Switching” Lokal

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan perusahaan pemroses pembayaran (switching) asal Amerika Serikat, MasterCard, sudah menjalin kerja…

Geliat YPA-MDR Bangun Desa Wisata Lewat Kebudayaan - Ciptakan Ekonomi Kerakyatan

Menunjukkan eksistensinya terhadap kepedulian pengembangan dunia pendidikan tanah air, khususnya masyarakat prasejahtera, PT Astra Internasional lewat Yayasan Pendidikan Astra-Michael D.…

TrueMoney Gandeng Kerjasama MCash - Sediakan Layanan Isi Ulang

Perluas kerjasama dalam rangka penetrasi pasar, PT Witami Tunai Mandiri (TrueMoney) menggandeng PT M Cash Integrasi Tbk (MCash) untuk menyediakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk…

Pacu Pertumbuhan Investor Lokal - Lagi, BEI Gelar Investor Summit di 8 Kota

NERACA Jakarta – Membidik pertumbuhan investor lokal dan ritel lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring…

Kerjasama POWN dan Danareksa - BEI Buka Galeri Investasi di Mall Surabaya

NERACA Jakarta - Dalam rangka perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan galeri investasi BEI ke-400…