Bandara Kertajati Butuh Suntikan Rp10 Triliun

NERACA

Jakarta - Pemerintah mengaku akan segera merealisasikan pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu proyek dalam Master Plan Percepatan Program Penuntasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Pembangunan bandara itu dinilai butuh investasi sekitar Rp10 triliun.

“Kita di Jawa Barat saat ini lebih konsentrasi pada proyek Kertajati dibanding Bandara Karawang. Sebab bandara Kertajati memang menjadi proyek utama dalam program MP3EI. Tapi bukan cuma itu, kami juga melihat Bandara Kertajati lebih ideal untuk mendukung perkembangan Bandung menjadi kota metropolitan karena secara jarak letaknya hanya sejauh sejauh 60 km dari kota Bandung,” kata Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Jawa Barat Deny Juanda di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (17/2).

Deny menjelaskan untuk membangun bandara Kertajawi pemerintah membutuhkan investasi sekitar Rp10 triliun. Secara rinci Rp3,5 triliun untuk membangun runway dan air traffic control. Juga untuk pembangunan terminal sendiri membutuhkan dana sekitar Rp4 triliun.

"Itu saja totalnya sudah Rp7,5 triliun. Kemudian ada kebutuhan anggaran untuk yang lain-lain juga. Jadi totalnya keseruhan mencapau sekitar Rp10 triliun," tambah Deny.

Kemudian Deny mengaku untuk pembangunan runaway nya sudah berjalan hampir satu tahun di atas lahan seluas 1.000 hektar. Dana awal diperoleh Pemprov Jabar melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan begitu proyek dapat dimulai sejak jauh-jauh hari.

“APBN untuk runway sudah cair bahkan pembangunan pun sudah berjalan hampir setahun. Kalau APBN terus lancar maka pada tahun 2016 nanti penerbangan pertama dapat dilakukan. Mungkin sekitar pada bulan Agustus tepatnya,” terang Deny.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim pembangunan Bandara Kertajati dapat mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta. “Pastinya Kertajati bisa membantu beban Cengkareng. Seperti di negara-negara lain yang tidak hanya punya single entry untuk bandara."

Mengenai profil bandara Kertajati sendiri Deny menjelaskan bandara tersebut dirancang memiliki landasan pacu sepanjang 4.000 meter lebih panjang dari Soekarno-Hatta. Berdasarkan simulasi bandara tersebut bisa menampung 14 juta penumpang per tahun. “Diperkirakan bisa meningkat hingga 40 juta penumpang pada tahun 2035 mendatang,” pungkasnya. [lulus]

BERITA TERKAIT

Kelas Menengah Bertambah - Hermina Optimis Raih Pendapatan Rp 3,6 Triliun

NERACA Jakarta –Berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,88% menjadi Rp 1,79 triliun dari priode yang sama tahun lalu Rp 1,51…

PTPN III Bakal Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun

Danai ekspansi bisnisnya, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) senilai Rp1 triliun. "Dana tersebut akan…

Produksi Kendaraan Listrik Butuh Ekosistem Industri Otomotif

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, pihaknya fokus untuk menjalankan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Energy Watch: Saatnya Dorong Peningkatan Pelayanan PLN

    NERACA   Jakarta - Upaya PLN untuk mengaktifkan kembali aliran listrik setelah 6 jam padam dipandang Direktur Eksekutif…

Tujuh Provinsi Dilanda Kekeringan

    NERACA   Jakarta - Data yang dimiliki organsiasi kemanusiaan nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyebutkan tujuh provinsi di…

Aturan yang Kondusif Dorong Peningkatan Ekspor Pertanian

      NERACA   Jakarta - Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kinerja ekspor…