Aksi Beli Berlanjut, IHSG Masih Menguat

Selasa, 18/02/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 47,324 poin (1,05%) ke level 4.555,368. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 9,126 poin (1,20%) ke level 766,718. Derasnya aksi beli yang didominasi pelaku pasar asing menjadi pemicu menguatnya indeks BEI sepanjang perdangan.

Disamping itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditutup menguat di posisi Rp 11.720 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.830 per dolar AS juga memberikan support terhadap pergerakan indeks BEI.

Menurut analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, indeks BEI sepanjang perdagangan menguat karena sentiment positifnya bursa Asia, “Masih positifnya laju bursa saham Asia, kembali memberikan imbas positif pada IHSG BEI," katanya di Jakarta, Senin (17/2).

Dia menambahkan, pelaku pasar saham asing juga masih melakukan aksi beli saham cukup signifikan. Dalam data BEI, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp1,08 triliun,”Namun, sebelumnya kami ingatkan bahwa keinginan untuk ambil untung dapat mengubah arah IHSG sehingga waspadai pelemahan," kata dia.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, pelaku pasar diharapkan mewaspadai kondisi jenuh beli harian serta inflasi Februari 2014 yang diperkirakan meningkat akibat gagal panen dari efek meletusnya Gunung Kelud,”Kami melihat bahwa walaupun kenaikan IHSG akhir ini terlihat cukup mengesankan, namun pasar belum sepenuhnya mengambil efek dari tingginya inflasi Februari nanti akibat bencana alam, keadaan jenuh beli juga dapat mengundang aksi ambil untung,”paparnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan melanjutkan penguatan. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Selasa, (18/2) yakni Jasa marga (JSMR), PT PP (PTPP), Bank Bukopin (BBKP), Mitra Adiperkasa (MAPI). Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral berhasil kompak menguat. Indeks sektor konstruksi memimpin penguatan dibuntuti sektor industri dasar dan aneka industri.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 270.196 kali pada volume 5,119 miliar lembar saham senilai Rp 7,172 triliun. Sebanyak 191 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 84 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia juga seluruhnya ditutup di zona hijau didorong sentimen menguatnya Wall Street akhir pekan lalu. Bursa saham Hong Kong sama ngebutnya dengan BEI.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 650 ke Rp 6.975, Siloam (SILO) naik Rp 500 ke Rp 10.500, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 29.200, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 500 ke Rp 6.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 22.900, Mandom (TCID) turun Rp 200 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 27.050, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 100 ke Rp 19.400.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 34,06 poin atau naik 0,75% ke 4.542,10. Sejalan dengan IHSG, Indeks LQ45 juga menguat 7,13 poin ke 764,72, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 5,33 poin ke 614,30, dan IDX30 naik 3,84 poin ke 391,58. Saham Asia ditutup mayoritas menguat dengan indeks Nikkei naik 34,88 poin ke 14.318,19, indeks Han Seng naik 199,37 poin ke 22.496,78, dan Straits Times naik 0,81% ke 3.063.

IHSG ditutup dengan 189 saham menguat, 89 saham melemah, dan 74 saham bergerak stagnan. IHSG mengakhiri sesi I dengan transaksi sebesar Rp3,746 triliun dari 2,638 miliar lembar saham diperdagangkan. Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas menguat, dengan penguatah tertinggi pada sektor properti 2% dan macam industri 1,7%. Sementara itu, sektor yang melemah hanya perkebunan. Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp400 ke Rp29.100, saham PT Indosprings Tbk (INDS) naik Rp90 ke Rp2.565, dan saham PT Astra International Tbk (LPPF) naik Rp50 ke Rp6.750.

Sedangkan saham-saham yang ada di jajaran top losers, antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp300 menjadi Rp26.900, saham PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) turun Rp40 menjadi Rp710, dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)turun Rp20 menjadi Rp2.465.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 33,21 poin atau 0,74% menjadi 4.541,25. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,54 poin (1,00%) ke level 765,13. Penguatan indeks BEI seiring dengan beberapa laporan keuangan emiten yang positif.

Analis Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, beberapa publikasi laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2013 yang cenderung positif menjadi perhatian pelaku pasar pada awal pekan.

Dia menambahkan pemodal akan menyikapi publikasi laporan keuangan guna melakukan strategi memilih saham ke dalam portofolio untuk melakukan investasi di tahun ini,”Publikasi laporan keuangan biasanya memberikan dorongan positif bagi pergerakan indeks bursa saham Indonesia. Selain itu, dukungan dari eksternal tetap berkontribusi bagi pergerakan indeks bursa domestik," katanya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng menguat 233,82 poin (1,05%) ke level 22.532,23, indeks Nikkei naik 38,06 poin (0,27%) ke level 14.350,48 dan Straits Times menguat 20,61 poin (0,67%) ke posisi 3.059,00. (bani)