PT Timah Bukukan Laba Bersih 515,1 Miliar

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013, PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih sebesar Rp 515,1 miliar atau tumbuh 19% dibandingkan laba bersih tahun lalu laba bersih Rp 431.6 miliar. Sementara harga sahamr tumbuh Rp 108 per saham dibandingkan tahun lalu Rp 80 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (17/2).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT TIMAH Tbk, Agung Nugroho, kenaikan laba bersih disebabkan perbaikan sistem dan efisiensi, “PerMen ESDM No 24/2012 berlaku awal tahun 2013 mengharuskan perseroan melakukan perbaikan sistem penambangan, pola kemitraan dan Permendag No 32/2013 berlaku tgl 30 Agustus 2013 mengharuskan perseroan melakukan penjualan logam baloknya melalui satu pintu yaitu Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan,”ungkapnya.

Dia menuturkan, dengan melalui perdagangan Bursa Komoditi diyakini perseroan akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha penambangan di Indonesia serta dapat mendongkrak harga timah dunia mengingat posisi Indonesia sebagai eksportir terbesar di dunia. Oleh karena itu, kata Agung, tidak salah bila Indonesia mendeklarasikan tahun 2014 sebagai tahun kebangkitan pertimahan Indonesia dan tahun 2015 Indonesia sebagai penentu harga timah dunia namun dengan syarat semua pelaku usaha penambangan, baik regulator, pelaku usaha dan masyarakat penambangan mendukung terlaksananya good mining practises.

Dia menuturkan, kebijakan penjualan satu pintu dengan pengaturan eskpor logam, maka volume Indonesia pada level 60.000 s/d 70.000 per tahun. Selain itu, perseroan juga memprediksi harga logam 2014 akan lebih baik dibandingkan tahun 2013. Dimana harga diperkirakan bergerak dikisaran rata-rata US$.26,000/Ton.

Sebagai informasi, kondisi PT TIMAH Tbk saat ini masih bertumpu pada bisnis inti, yaitu penambangan timah yang terintegrasi, mulai dari eksplorasi, produksi, pengolahan dan peleburan dengan menghasilkan logam timah berbagai jenis sesuai permintaan pasar. Namun dengan kebijakan empat pilarnya, direncanakan kegiatan lain perusahaan akan menambag profit perusahaan dan menjamin keberlangsungan jangka panjang perusahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

Kobexindo Bukukan Laba Bersih US$ 1,2 Juta - Geliat Industri Tambang

NERACA Jakarta– PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), penyedia alat berat pertambangan dan industri terkemuka di Indonesia berhasil membukukan lonjakan laba…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

Laba Bersih Arwana Terkoreksi Tipis 0,33% - Beban Penjualan Membengkak

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal pertama 2018, emiten produsen keramik PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARN) membukukan perolehan laba turun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dampak Pelemahan Rupiah - Asing Sesuaikan Investasinya di Bursa

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai nilai tukar rupiah yang cenderung mengalami pelemahan menjadi salah satu faktor…

WIKA Bagikan Dividen Rp 26,8 Per Saham

NERACA Jakarta - Hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyepakati untuk membagikan…

Trimegah Sekuritas Rilis MTN Rp 250 Miliar

Memanfaatkan pertumbuhan positif pasar obligasi di dalam negeri, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) berencana menerbitkan surat utang medium term…