Matahari Raup Laba Bersih Tumbuh 49,2%

NERACA

Jakarta- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada 2013 menjadi Rp1,15 triliun. Nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 49,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp771 miliar. Terjadinya pertumbuhan laba bersih ini ditopang meningkatnya pendapatan bersih perseroan yang tercatat mencapai Rp 6,7 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 20,26% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,61 triliun.

CEO dan Vice President Director PT Matahari Department Store Tbk, Michael Remsen mengatakan, meskipun terdapat perubahan di perekonomian secara makro, bisnis yang dikembangkan perseroan mampu berjalan positif. Hal ini antara lain didukung tingginya permintaan dari segmen kelas menengah.

“Pencapaian kami di 2013 merefleksikan kekuatan model usaha kami dan juga terus bertumbuhnya segmen kelas menengah yang merupakan target pasar perseroan.” kata Michael di Jakarta, Senin (17/2).

Pihaknya mencatat, dari total nilai pendapatan tersebut, penjualan eceran berkontribusi sebesar Rp 4,04 triliun, penjualan konsinyasi tercatat Rp 2,67 triliun, dan pendapatan jasa sebesar Rp 37,06 miliar. Meski demikian, beban pokok pendapatan perseroan ikut mengalami peningkatan sebesar 25,18% menjadi Rp 2,39 triliun.

Adapun total utang perseroan per 31 Desember 2013 tercatat sebesar Rp1,6 triliun, menurun dari akhir tahun 2012 yang tercatat sebesar Rp3,0 triliun. “Perseroan telah melakukan percepatan pembayaran sebesar Rp100 miliar di Januari 2014 dan merencanakan untuk kembali melakukan percepatan pembayaran hutang bank pada tahun ini.” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, perseroan memiliki 125 gerai di 61 kota di Indonesia, termasuk 9 gerai baru yang dibuka tahun ini, dan 4 lainnya yang telah dibuka pada kuartal keempat 2013, yaitu di Surabaya (Jawa Timur), Palangkaraya(Kalimantan), Palembang (Sumatera), Palopo (Sulawesi), Cibubur (Jabodetabek), Cibinong (Jabodetabek). Palu (Sulawesi), Mandau (Sumatera) dan Jogja (Jawa Tengah). Pada akhir 2013, total luas gerai meningkat menjadi 807.663 meter persegi.

Asal tahu saja, salah satu gerai Cibinong City Mall di Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi gerai pertama di wilayah Cibinong dan ke-16 di wilayah regional Jawa Barat. Sebelumnya, perseroan telah membuka gerai di wilayah Jawa Barat, seperti di Cibubur, Depok, Cimanggis, Cirebon, Kota Bogor, Bandung, Sukabumi dan Tasikmalaya. Dijelaskan, bahwa luas area gerai baru itu sekitar 6.400 meter persegi (m2). Hadirnya MDS di Cibinong City Mall tersebut bentuk komitmen perseroan untuk berekspansi ke berbagai wilayah Indonesia.

Adapun nilai investasi setiap gerai baru MDS sekitar Rp20-30 miliar/gerai. Sumber dana pembukaan gerai baru itu berasal dari kas internal perusahaan. Pembukaan gerai baru ini diharapkan memberi kontribusi terhadap kinerja perseroan. (lia)

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…