PTPP Targetkan Laba Bersih Rp 520 Miliar - Didukung Kontrak Baru Rp 24 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) membidik perolehan laba bersih sebesar Rp520 miliar atau naik 23,8% dari tahun sebelumnya untuk kinerja perusahaan di tahun 2014 ini. Tercatat perseroan pada tahun lalu membukukan laba bersih sebesar Rp420 miliar. Sementara untuk pendapatan, perseroan menargetkan dapat memperoleh Rp16 triliun.

Menurut Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Tbk Bambang Triwibowo, kenaikan target ini akan ditopang oleh perolehan kontrak yang dicapai perseroan,”Pencapaian laba bersih tersebut, akan didukung dengan perolehan kontrak-kontrak perseroan yang akan diraih. Pada 2014 perolehan kontrak baru ditargetkan sebesar Rp24 triliun”, ujarnya dalam keterangan resmi perseroan, Senin (17/2).

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi sepanjang 2013 sebesar Rp19,58 triliun. Angka sebesar Rp24 triliun juga belum belum termasuk carry over kontrak tahun lalu sebesar Rp21,93 triliun. Menurut dia, dengan dukungan dari 5 pilar bisnisnya, perseroan menargetkan order book tahun 2014 sebesar Rp45,93 triliun.

Sementara, untuk menopang kinerjanya dalam meraih pendapatan, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp446 miliar yang bersumber dari cadangan modal dan sisa dana Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Disebutkan juga beberapa aksi korporasi yang akan dilakukan dalam tahun ini, yaitu akuisisi perusahaan milik Yayasan Kesejahteraan Karyawan PTPP, yaitu PT Prima Jasa Aldodua yang bergerak di bidang peralatan berat, persiapan IPO PT PP Properti yang direncanakan masuk bursa pada tahun 2015, dan pengembangan organisasi operasi wilayah Indonesia Timur.

Sementara itu, sepanjang tahun 2013 perseroan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp420 miliar. Angka tersebut naik 35,92% dari perolehan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp309 miliar. “Kenaikan laba bersih tersebut terjadi karena seluruh pilar bisnis perseroan, yaitu konstruksi, investasi, EPC, properti dan bisnis pracetak masing-masing labanya naik secara signifikan”, ungkapnya.

Sedangkan pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp11,65 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun. Laba usaha pada 2014 sebesar Rp710,82 miliar menjadi Rp1,07 triliun di akhir 2013. Pencapaian order book tahun 2013 sebesar Rp35,45 triliun yang berasal dari kontrak baru sebesar Rp19,58 triliun dan carry over 2012 sebesar Rp15,87 triliun.

Dia menyebutkan beberapa proyek besar yang berhasil diraih perseroan pada 2013 dan menopang pendapatan perseroan, yaitu proyek EPC Tanjung Uncang senilai Rp1,1 triliun, proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Gas Power Plant Pesanggaran Bali, LPG Terminal Banyuwangi, jalan tol Cikampek-Palimanan, GTU Izzara Apartemen, dan lainnya.

Perseroan juga menjalin kerjasama dengan PT Jamsostek (Persero) mendirikan anak usaha berupa perusahaan properti. Rencananya anak usaha tersebut akan menangani pembangunan properti kawasan, Rasuna Said Kuningan.

Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Masassya sebelumnya mengatakan, untuk proyek awal, perusahaan baru ini akan menangani lahan PT Jamsostek yang ada di Kuningan, setelah itu akan mengerjakan proyek-proyek lainnya.

Rencananya lahan di kawasan Rasuna Said Kuningan tersebut akan dibangun perkantoran dengan jumlah 26 hingga 30 lantai. Untuk tahap awal pembangunannya, akan dibuat feasibility study lalu dilanjutkan dengan legal aspeknya.“Untuk pendirian anak usaha dibidang properti ini diperlukan dana investasi sekira Rp200 miliar. Dari jumlah tersebut, 80% dibiayai oleh Jamsostek sedangkan sisanya ditanggung oleh PTPP. Jadi sahamnya mayoritas dimiliki Jamsostek”, katanya. (nurul)

Related posts