DJPB Dorong Budidaya Arwana

Perikanan Budidaya

Senin, 17/02/2014

NERACA

Pontianak - Selama ini ikan arwana hanya hidup dan berkembang dalam konservasi alam yang terbuka, namun ikan ini perlu juga didorong untuk dibudidayakan secara berkesinambungan. Selama ini pula, ikan arwana dikembangbiakan melalui metode penangkaran sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian arwana yang membutuhkan perhatian besar agar ikan ini tidak punah.

"Oleh karena itu, selain dalam upayanya melestarikan arwana ini, kami mendorong supaya ikan ini dapat dibudidayakan dan berkembang," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto dalam kunjungan kerjanya di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/2).

Slamet menambahkan pembudidayaan ini dilakukan dikarenakan produksi massal atas arwana ini sudah berjalan dan diharapkan melalui produksi ini maka budidayanya dapat dikelola dengan baik dan tepat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak akan menyinggung terlalu jauh mengenai penakaran dikarenakan masih dibawah kewenangan di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dibawah Balai Konsevasi Sumber Daya Alam.

"Maka diharapkan untuk selanjutnya dalam izin pembudidayaan bisa berasal dan mengacu kepada KKP sehingga pembudidayaan arwana ini bisa dilakukan oleh KKP ini. Kita harapkan izin pembudidayaan dan pemasaran ikan arwana bisa di KKP," ujar dia.

Langkah untuk menyakinkan kepada pihak stakeholder dalam upaya budidaya arwana ini, dalam hal ini adalah Kemenhut, lanjut dia, pihak KKP akan melakukan workshop maupun kunjungan lapangan serta akan mengundang kepada stakeholder terkait untuk bisa menyaksikan langsung arwana ini dapat dibudidayakan. Dengan menyakinkan stakeholder terkait akan bisa menyakinkan mereka bahwa arwana bisa dibudidayakan secara tepat.

"Selain itu, kami akan bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) terkait untuk mengeluarkan kebijakan semacam peraturan daerah (Perda) dalam mendukung budidaya arwana," ungkap Slamet.

Slamet juga menuturkan bahwa pihaknya tetap akan menjaga konservasi alam arwana sehingga tidak punah. Pembudidaya arwana juga udah sering lakukan restocking, ini berarti udah menjaga konservasi lingkungan dan juga telah bisa lakukan budidaya induk unggul seperti di balai-balai budidaya perikanan.

"Restocking ini dilakukan melalui penebaran benih ikan guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kami mampu mengelola dengan baik atas pembudidayaan arwana ini melalui balai-balai yang ada. Kemudian diharapkan kerjasama yang terjalin baik kepada stakeholder terkait," tambah dia.

Dia juga mengatakan dengan menjalankan budidaya arwana ini maka akan menambah kesejahteraan masyarakat pembudidaya sehingga bisa menghasilkan tingkat ekonomi yang tinggi. Apabila ikan ini sudah dibudidayakan secara berkesinambungan maka akan diupayakan sertifikasi ikan ini sehingga mempunyai mutu dan nilai yang tinggi.

"Bahkan dalam menghadapi perdagangan bebas pada tahun 2015 yang akan datang, maka sertifikasi ini sangat penting dilakukan dikarenakan akan bisa melindungi produk Indonesia, dimana ikan arwana ini merupakan ikan asli Indonesia, khususnya Kalimantan Barat," tutur Slamet.

"Dengan budidaya arwana ini maka akan bisa menambah kesejahteraan bagi masyarakat budidaya arwana melalui peningkatan perekonomian dalam hasil budidaya ini," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Gatot Rudiyono mengatakan kegiatan budidaya arwana sangat berpeluang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Pembudidaya. Oleh karenanya, kata penangkaran arwana musti dirubah menjadi budidaya arwana dikarenakan ikan ini bisa dibudidayakan secara tepat dan bisa berkualitas.

"Meskipun arwana ini merupakan ikan hias dan bukanlah ikan konsumsi, namun budidaya arwana ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan banyak mengandung manfaatnya bagi masyarakat," kata dia.

Dia pun mencontohkan dalam pameran Borneo Siluk atau Arwana International Contest and Expo 2014 yang memamerkan ikan arwana dengan melakukan kontes berhadiah. Namun, hal yang. menarik adalah hampir semua ikan arwana yang di konteskan merupakan ikan arwana berasal dari budidaya arwana.

"Hal ini membuktikan bahwa ikan arwana ini dapat dibudidayakan dengan baik dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas," ungkap Gatot.

"Pameran arwana ini merupakan pameran terbesar yang pernah dilaksanakan, kemudian diharapkan bisa dilakukan secara teratur, paling tidak dalam setahun dilakukan satu kali pameran sehingga bisa membuat masyarakat Kalimantan Barat mengetahui arti pentingnya budidaya arwana ini," kata dia.

Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Budidaya Ikan Sentral (BBIS) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Nunung Nur Rachman mengatakan Arwana sendiri bagi masyakarat Kalbar nilai ekonomis yang tinggi dibandingkan ikan hias yang lain, serta harga jualnya yang stabil. Banyak masyarakat Kalbar sudah bisa membudidayakan sendiri, dimana dahulu masyarakat hanya menangkap arwana di perairan umum dan habitatnya di daerah Kabupatan Kapuas Hulu (Danau Sentaru), sekarang masyarakatnya bisa mengembangkan sendiri melalui cara pemijahan (perkawinan) untuk mendapatkan benih-benih arwana.

"Namun, hal yang melakukan Restocking dan melakukan pembinaan kepada pembudidaya arwana sehingga bisa membudidayakan dengan baiik," ujar dia.

Dia juga menjelaskan semua budidaya perikanan harus mempunyai surat izin usaha perikanan dari dinas perikanan. Namun, arwana masih berada di naungan Kementerian Kehutanan sehingga izin penangkaran harus melalui kementerian ini. Padahal yang dikembangkan ini merupakan hasil budidaya dan seharusnya hal itu melalui KKP.

"Perkembangan sudah dinamis, padahal arwana bisa dikembangkan dan teknologi perikanan bisa digunakan maka seharusnya melalui KKP, tapi butuh kordinasi dari masing-masing instansi terkait sehingga mendapatkan pemahaman yang tepat," kata Nunung.

Nunung pun mengatakan menurut data yang didapatkan bahwa Restocking arwana yang sudah dilakukan KKP pada tahun 2006-2008 dengan ukuran badan 30-40 cm berjumlah 34 ekor. Hal ini membuktikan bahwa KKP peduli atas konservasi alam arwana sehingga bisa tercapai tujuan konservasi maupun budidayanya.

"Sedangkan untuk total produksi ikan hias Arwana pada tahun 2012 di Indonesia sebesar 6,211 ribu ekor, dimana Kalimantan Barat menjadi penyumbang terbesar dengan menyumbang produksi sebesar 5,870 ribu ekor. Pada tahun 2013 belum diakumulasikan lagi mengenai jumlah produksi ikan ini. Dengan jumlah produksi arwana di Kalimantan Barat yang besar ini maka budidaya ini sangat penting artinya," lanjut dia.