Kinerja Positif, Saham ADHI dan WSKT Atraktif

NERACA

Jakarta- Di tengah tertekannya beberapa industri dalam negeri, konstruksi menjadi salah satu sektor industri padat modal yang bisa dibilang cukup cemerlang. Lihat saja, menyusul positifnya rilis laporan keuangan yang baru saja dikeluarkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI), emiten konstruksi seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga mencatatkan untung yang tidak sedikit.

Tercatat, laba bersih tahun berjalan perseroan hingga akhir Desember 2013 mengalami peningkatan sebesar 44,85% menjadi Rp367,97 miliar dari laba bersih tahun berjalan 2012 sebesar Rp254,03 miliar. Terjadinya peningkatan tersebut antara lain dipicu melonjaknya keuntungan selisih kurs yang mengalami peningkatan sebesar 871,56% menjadi Rp20,5 miliar.

Selain itu, dalam keterangan resmi yang dirilis akhir pekan kemarin (14/2), beban keuangan perseroan mengalami penurunan menjadi Rp96,85 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp169,58 miliar. Adapun pendapatan usaha perseroan meningkat menjadi Rp9,68 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya sebesar Rp8,81 triliun.

Sementara laba kotor yang dicatatkan meningkat menjadi Rp910,69 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya sebesar Rp732,25 miliar. Total aset yang dicatatkan perseroan hingga akhir tahun 2013, yaitu sebesar Rp8,78 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp8,36 triliun.

Memang, masifnya proyek pembangunan seperti pembuatan jalan, apartemen dan renovasi gedung menjadi berkah tersendiri bagi para kontraktor. Utamanya, untuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebagian besar memiliki mandat untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Jika dicermati, kapitalisasi saham-saham konstruksi pun saat ini masih didominasi oleh emiten pelat merah, sehingga tidak heran mampu memikat gairah investor.

Hal ini bisa dilihat dari apresiasi para investor terhadap saham tersebut. Sepanjang 52 minggu terakhir, saham WSKT tercatat di harga Rp1.080 sebagai harga tertingginya, dan harga terendahnya Rp400. Adapun pada perdagangan akhir pekan kemarin (14/2), saham emiten konstruksi pelat merah ini tercatat naik 2,46% di harga Rp625 dari harga sebelumnya Rp610. Sementara untuk saham ADHI, pada perdagangan akhir pekan kemarin tercatat mengalami kenaikan 4,15% di harga Rp2.010, dibanding hari sebelumnya yang berada di harga Rp1.930.

Adapun sepanjang 52 minggu terakhir sempat mencapai harga tertingginya di harga Rp4.000 dan harga terendahnya Rp1.425. Diketahui, kinerja keuangan ADHI masih cukup solid pada 2013, dengan peningkatan laba bersih sekitar 91,86% menjadi Rp405,97 miliar dari sebelumnya sebesar Rp211,59 miliar. Sementara itu, laba bersih per saham menjadi Rp225,38 dari sebelumnya Rp117,46 per saham di 2012.

Pendapatan usaha perseroan pada tahun 2013 menjadi Rp9,79 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp7,62 triliun. Sementara beban pokok pendapatan sebesar Rp8,60 triliun dari sebelumnya Rp6,67 triliun. Total aset yang dicatatkan pada akhir tahun 2013 mencapai Rp9,72 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,87 triliun, dengan saldo kas dan setara kas di akhir tahun 2013 sebesar Rp1,93 triliun.

Menilik kinerja emiten konstruksi dan kondisi perekonomian yang diprediksi akan lebih baik, sektor ini pun dinilai masih akan positif pada tahun ini. Kecuali jika terjadi kenaikan suku bunga dan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) harus berjalan tidak seperti yang diharapkan. Bukan mustahil, hal ini bisa menjadi kendala terhadap sejumlah kontrak para emiten konstruksi. (lia)

BERITA TERKAIT

WSKT Investigasi Ambruknya Tiang Girder Becakayu

NERACA Jakarta – Musibah ambruknya proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang belum lama ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan…

Pasar Modal di Bali Diyakini Tumbuh Positif - Dampak Penyederhaan Kebijakan

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja pasar modal dan industri keuangan nonbank di Bali dan Nusa Tenggara…

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…