IHSG Terimbas Fluktuatifnya Bursa AS

Senin, 17/02/2014

NERACA

Jakarta – Fluktuatif dan cenderung melemahnya laju bursa saham AS, berimbas pda bursa saham Asia termasuk IHSG yang sebelumnya menghijau lantaran pergerakan bursa saham Asia, Rupiah yang mampu terapresiasi, dan positifnya pasar saham Eropa dan AS menambah sentimen positif. Bahkan rilis pengumuman BI rate juga tidak cukup membantu IHSG untuk bertahan di zona hijau.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menilai, kemungkinan pelaku pasar sudah mengantisipasi rilis BI rate yang akan tetap sesuai dengan perkiraan sebelumny,”Pelaku pasar serta banyak pengamat kemungkinan melihat belum ada urgensinya BI ikut latah seperti Turki maupun India yang menaikkan suku bunga acuannya karena kian membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia”, katanya di Jakarta, Minggu (16/2).

Sepanjang pekan kemarin, asing masih tercatat nett buy sebesar Rp1,98 triliun lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp268,45 miliar. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD) maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp4,58 triliun melanjutkan nett buy sebelumnya senilai Rp2,6 triliun.“IHSG baru dapat keluar dari zona merahnya setelah terimbas positifnya laju bursa saham Asia yang terpengaruh dari masih hijaunya laju bursa saham AS seiring masih adanya rilis positif beberapa kinerja dan berita dari para emiten”, ujarnya.

Sementara, saham-saham komoditas dan keuangan pun berterbangan meski dibatasi oleh pelemahan pada sektor perdagangan, konsumer, dan infrastruktur. Positifnya sentimen dari AS mampu membawa IHSG dapat bertahan di zona hijau.

IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 41,38 poin (0,93%) lebih rendah dari pekan sebelumnya yang naik 47,91 poin (1,08%). Semua indeks utama menghijau yang dipimpin indeks DBX (1,03%) dan diikuti indeks MBX (0,91%) dan LQ45 (0,87%). Sementara indeks sektoral mayoritas tercatat positif dimana indeks perkebunan naik 3,01% diikuti indeks properti dan aneka industri yang masih-masing naik 2,65%, dan 2,26%. Sementara pelemahan hanya dialami indeks infrastruktur (-0,62%) dan konsumer (-0,07%).

Diperkirakan awal pekan ini, IHSG akan berada pada rentang Support 4432-4455 dan Resisten 4521-4530. Laju IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten (4476-4489) sehingga masih memberikan potensi yang baik bagi IHSG bila ingin kembali melanjutkan kenaikan.“Tetapi, adanya keinginan untuk profit taking bisa saja akan menghambat potensi kenaikan lanjutan tersebut sehingga laju IHSG pun diperkirakan akan cenderung menguat terbatas. Diharapkan sentimen yang ada masih dapat memberikan kesempatan IHSG untuk bertahan positif”, tandasnya.

Sementara itu, pada perdagangan Senin (17/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4482-4492 dan resistance 4520-4527. IHSG bertahan tidak menyentuh kisaran support (4475-4482) namun, juga tidak menggapai kisaran resisten (4525-4536) sehingga lajunya cukup mendatar.“Pertarungan kekuatan beli dan jual masih akan mewarnai IHSG di awal pekan. Meski peluang kenaikan tipis namun, tetap waspadai pelemahan lanjutan IHSG”, ungkapnya.

Pertimbangan saham-saham untuk perdagangan Senin (17/2) adalah BBNI, INDF, UNVR, AISA, BMRI, ADRO, BBCA, ADHI, CTRA. Sementara beberapa saham yang dapat diperhatikan dalam sepekan adalah MPPA, PTPP, ADRO, RALS, ERAA, WSKT, INCO, UNVR, VIVA, AKRA, BMTR, AALI. (nurul)