Butuh Dana Besar, Dharma Henwa Divestasi Anak Usaha

Kantungi Dana Segar US$ 35,5 Juta

Senin, 17/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) memperoleh dana sebasar US$35,5 juta dari divestasi dua anak usahanya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Sekretaris Perusahaan PT Dharma henwa Tbk Mukson Arif Rosyidy mengatakan, perseroan melepas 93,47% saham di DH Energy kepada Lennette Limited senilai US$11,50 juta dimana hal ini sesuai dengan SPA yang ditandatangani pada 16 Januari 2014.

Sedangkan nilai transaksi divestasi 100% saham perseroan dalam Corfield Investment kepada Canoncon senilai US$24 juta sesuai dengan SPA pada 23 Januari 2014. “Tidak ada penurunan pendapatan berkaitan dengan divestasi dua perusahaan ini, dikarenakan sejak tahun 2012 tidak ada pendapatan dari kedua anak usaha ini”, ujarnya.

Ada indikasi perseroan membutuhkan dana cukup besar untuk operasional dan meningkatkan kinerjanya. Sehingga mencari dana tambahan dengan melepas saham di 2 anak usaha. Padahal sebelumnya pereroan berhasil memperoleh pinjaman sebesar US$92,80 juta.

Perseroan menandatangani perjanjian penjaminan utang sebesar US$92,80 juta dari READ Finance Company Ltd (READ1) kepada PT Dinamika Reka Geoteknik (DRG). Presiden Direktur DEWA, Adwin H. Suryohadiprojo dalam keterbukaan informasi Bursa Egek Indonesia (BEI) sempat mengatakan penandatangan penjaminan utang tersebut telah dilakukan perseroan pada tanggal 23 Januari 2014.

Menurut dia, penjaminan utang yang dilakukan perseroan merupakan piutang usaha perseroan hanya atas jasa tambahan dari pekerjaan subkontrak yang diberikan kepada DRG. Adapun penjaminan utang DRG ini merupakan transaksi material yang menurut Adwin tidak memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan.

Sebagai informasi, tahun ini perusahaan yang bergerak di bisnis tambang memproyeksikan dapat mengangkut batu bara mencapai 20,94 juta ton. Angka ini meningkat jika dibandingkan pengangkutan tahun 2013 yang diperkirakan hanya mencapai 10,53 juta ton.

Direksi perseroan Wachjudi Martono pernah bilang, target tersebut akan didukung melalui empat kontrak pertambangan yang telah diperoleh Perseroan, yaitu melalui Batubara Asam Asam (ACP), Bengalon (BCP), Binungan Timur (EBCP), dan Malinau (MCP),”Bengalon akan berkontribursi maksimal dengan 11,59 juta ton, lalu disusul Batubara Asam-Asam dengan 6,73 juta ton. Sementara untuk Malinau dan Binungan Timur, masing-masing sebesar 1,54 juta dan 1,07 juta ton”, ungkapnya.

Dengan diperolehnya 4 kontrak tersebut, perseroan memperkirakan akan mengantongi dana segar sebesar US$34 juta. Selain itu, perseroan juga tengah mengincar 7 kontrak yang sedang ditenderkan pada tahun 2014 ini.“Jika 7 kontrak tersebut dapat kami raih, maka kontrak itu dapat menopang revenue perseroan nantinya. Proyek potensial itu adalah proyek jasa penambangan di Sumatera Selatan, Kalimaantan Tengah, Kalimantan Timur”, tandasnya.

Seiring dengan kontrak-kontrak yang telah diperoleh perseroan dan tengah diincar, dia juga menyebutkan bahwa perseroan menargetkan pendapatannya di 2014 akan mencapai US$395,24 Juta. Sedangkan untuk laba kotor pada tahun depan juga diprediksi akan mencapai US$4,80 juta. (nurul)